Sunday, June 23, 2019

Budaya Minum Kopi; Dulu Dan Sekarang

Budaya minum kopi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan yang dulu hanya dinikmati bangsawan, sekarang kopi telah menjadi minuman setiap kalangan dan setiap daerah. Mulai Sabang sampai Merauke memiliki cita rasa dan cara menikmati kopi yang berbeda-beda. Di aceh misalnya mereka memiliki cara unik untuk menikmati kopi arabika, dan rasanya sulit sekali memisakan masyarakat aceh dengan budaya minum kopi yang telah melintas gender, boleh dibilang disinilah “kesetaraan gender”.

Beda Aceh beda juga Kota gudeg Yogyakarta, di daerah ini dikenal budaya minum kopi yang sangat unik, karena kopi tidak hanya dinikmati dengan campuran kombinasi kopi gula yang disedu dengan air panas seperti kopi yang biasa kita lihat, namun ada sedikit sentuhan yang boleh jadi hanya kita temukan di kota tersebut. Cara menikmati kopi ini adalah dengan mencampurkan bara arang yang masih menyala kedalam adukan kopi tubruk yang membuat rasa hangatnya lebih panjang dari kopi tubruk biasa, kopi ini lebih dikenal dengan istilah “kopi Joss”.

Tidak dipungkiri bahwa masyarakat Indonesia tidak mungkin dipisahkan dengan minuman berkafein satu ini, mulai dari warung kopi yang memang adalah merupakan tempat ngopi, warung makan, bahkan sampai dapur setiap keluarga selalu menyediakan minuman ini. di rumah tangga biasanya kopi disantap ketika akan berangkat bekerja, dan sepulangnya dari kerja, kopi dihidangkan hanya untuk dinikmati manfaat rasa dan kandungan kopinya.

Budaya Minum Kopi; Dulu Dan Sekarang
coffee time ilustration
Lain lagi ketika kopi dihidangkan diwarung-warung kopi, karena selalu ada cerita menarik yang mengiringi secangkir kopi. Orang tidak hanya menikmati rasa dan manfaat biji kopi namun lebih dari itu, kopi adalah wahana untuk mempersatukan persepsi, menyambungkan silaturahmi, bisnis, hiburan, dan media informasi.

Baca Juga: Konsep Pewarisan Budaya Pada Masyarakat

Konsolidasi setiap anggota kelompok masyarakat tidak  jarang dilakukan di warung kopi, ini adalah cara klasik yang masih dilakukan sampai hari ini. kelompok-kelompok pergerakan juga menggunakan warung kopi sebagai tempat untuk mengkader, dan menyampaikan visi-visi kepada calon dan juniornya dalam organisasi. Sembari minum secangkir kopi, obrolan akan mengalir dan sesekali ketika tenggorokan mulai kering, kopi akan diseruput sedikit demi sedikit untuk membasai tenggorokan atau sekedar untuk memulai obrolan baru.

Minum kopi adalah sedikit alasan untuk menyambung dan mempererat tali silaturahmi, ajakan minum kopi kadang hanya sebatas untuk mencari topik untuk bertemu teman lama yang mulai jarang bertemu, atau teman dekat yang biasa diajak untuk menghilangkan penat setelah seharian beraktifitas dengan rutinitas yang kadang membosankan. Oleh sebab itu, budaya minum kopi juga merupakan cara untuk kerap kali tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Selain untuk mencari hiburan dari kepenatan rutinitas, budaya minum kopi juga tidak jarang digunakan untuk mencapai satu kesepakatan bisnis. Hal ini bisa terjadi karena memang ada perjanjian untuk bertemu sebelumnya atau bahkan secara sepontan karena mendengar obrolan dari orang lain yang kebetulan juga sedang meneguk hangatnya kopi dalam warung tersebut.

Baca Juga: Konsep Dinamika Kebudayaan

Oleh karena itu, selain sebagai tempat terjadinya deal-deal bisnis, warung kopi juga merupakan tempat beredarnya informasi baik informasi yang akurat maupun informasi palsu, karena yang dijadikan bahan pembicaraan ditempat ini tidak terbatas pada fakta, namun juga tidak jarang berita palsu atau bahkan @ib dan cerita sukses atau kegagalan orang.

Budaya Minum Kopi; Lain Dulu Lain Sekarang

Budaya minum kopi memang telah lama eksis di republik ini, mulai mereka yang berpenghasilan besar, pas-pasan, sampai masyarakat yang “pas mendapat gaji” selalu menyempatkan diri untuk meneguk segarnya kopi. Kopi begitu dekat dengan masyarakat bahkan ada beberapa orang yang ketika sehari saja tidak minum kopi akan merasa tidak nyaman, bahkan sampai kepala pusing.

Dulu kopi hanya dihidangkan sebagaimana kopi tubruk, atau sedikit dengan ditambah susu (kopi susu), namun sekarang cara menikmati kopi telah mengalami banyak variasi, mulai dari Late sampai Espreso. Tidak hanya teknik penyajian, kedai dimana kopi dijajakan juga mengalami sedikit perubahan, dimana dulu hanya berupa warung kopi sederhana, sekarang telah berubah menjadi warung kopi (coffee shop) setara dengan kafe-kafe mahal yang mungkin sulit dibayangkan di masa lalu. Lokasi, design , dan ornament dalam kedai kopi juga menjadi nilia tambah bagi para penikmat kopi untuk menjatuhkan pilihan dimana mereka akan menyeruput segarnya kopi.

Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi telepon genggam (Smartphone) yang semakin canggih dan terjangkau bagi setiap kalangan masyarakat membuat piranti satu ini menjadi gadget yang paling diminati masyarakat hari ini. kemampuannya yang setara dengan kecanggihan teknologi koputer membuat banyak developer mengembangkan berbagai aplikasi dan layanan untuk memanjakan para pengguna smartphone, namun kecanggihan telepon genggam tidak akan berarti tanpa adanya jaringan yang memadai, oleh karena itu Sekarang budaya minum kopi tidak hanya tentang rasa kopi, namun juga tentang kenyamanan dan wifi.

Baca Juga: Jomblo dalam Perspektif Sosial

Perkembangan piranti-piranti tersebut ternyata juga membuat budaya minum kopi dulu dan sekarang mengalami perubahan, yang dulu minum kopi digunakan untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman, atau masyarakat, hari ini budaya minum kopi telah berubah menjadi individual karena disibukkan dengan mengakses situs berbagi video, situs berbagi gambar, media sosial dan tentu saja game online. Hal ini juga membuat memudarnya “kehangatan bermasyarakat” diwarung kopi.

Selain itu, budaya ngopi sekarang telah berubah dari dulunya ngopi adalah untuk menikmati kopi, sekarang ajakan untuk ngopi memiliki banyak arti, mulai dari mengajak untuk ngobrol, atau ajakan untuk sekedar bertemu. Oleh karena itu, sekarang orang ngopi tidak hanya untuk meminum olahan kopi, tapi juga teh, es, bahkan jus atau minuman rasa-rasa lainnya.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 11:53 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..