Wednesday, April 10, 2019

Budaya Politik di Indonesia

Budaya Politik di Indonesia. Sebelum kita membahas tentang ciri-ciri, macam-macam, dan budaya politik yang berkembang di indonesia. Terlebih dahulu kita harus mengetahui Apa sebenarnya pengertian dari budaya politik? Secara sederhada budaya politik dapat kita katakan sebagai suatu sikap, dan orientasi warga negara terhadap sistem politik, serta orientasi dan sikap warga negara terhadap peranannya dalam sistem tersebut.

Budaya politik juga dapat kita sebut sebagai suatu hal yang memberikan warna, dan arah terhadap sistem politik, serta bagaimana para warga negara memberikan para warga negara memberikan peran, partisipasi baik struktural politik maupun non-struktural.

Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli

Larry Diamond (2003)

Budaya politik merupakan suatu keyakinan, sikap, ide, sentiment, dan evaluasi masyarakat tentang sistem politik dalam negeri mereka serta peran individu dalam sistem tersebut.

Baca Juga: Membangun Kehidupan yang Demokratis di Indonesia

Austin Ranney (1996)

Budaya politik adalah seperangkat pandangan tentang politik dan pemerintahan serta orientasi terhadap objek-objek politik.

Alan R. Ball (1963)

Budaya politik merupakan susunan yang terdiri atas kepercayaan, nilai-nilai, sikap, serta emosi masyarakat tentang sistem dan isu-isu politik.

Mochtar Masoed dan Colin Mac Andrews (2000)

Budaya politik merupakan sikap, dan orientasi warga negara seputar kehidupan, pemerintahan, dan politiknya.

Budaya Politik di Indonesia.
Dari berbagai pengertian budaya politik oleh para ahli tersebut di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa budaya politik merupakan gagasan, konsep, pengertian, sikap, persepsi, nilai, kepercayaan,  dan orientasi warga negara/masyarakat tentang kehidupan, pemerintahan, dan politik dalam suatu negara bersangkutan.

Baca Juga: Konsep Pewarisan Budaya pada Masyarakat

Budaya politik merupakan penjiwaan terhadap ide, gagsan, konsep, politik sehingga dapat menjadi pola perilaku, sikap, tindakan dan segala bentuk perbuatan, karena politik menyangkut persoalan kehidupan bersama, negara, dan pemerintahan yang di dalamnya terdapat aturan-aturan, nilai-nilai baik tertulis maupun tidak yang harus dipatuhi oleh setiap warga negara.

Budaya politik di indonesia, menganut pada budaya politik demokrasi pancasila. Yaitu budaya politik berdemokrasi yang terintegrasi dengan sila-sila yang terdapat dalam dasar negara pancasila, dan Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia tahun 1945.

Oleh karena itu, setiap sikap, dan orientasi politik harus berdasarkan kepada konsep-konsep ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat indonesia. Walaupun demikian, fakta dilapangan masih terdapat ognum yang sikap politiknya hanya mencari keuntungannya sendiri,yang jauh dari sikap demokrasi pancasila.

Tipe-tipe/ Macam-Macam Budaya Politik

Sebagaimana diuraikan di atas, budaya politik memiliki banyak pengertian, namun secara garis besar budaya politik menujuk pada sikap, orientasi, dan tingkah laku politik dalam suatu negara. Budaya politik memiliki beberapa bentuk/macam, sebagai berikut;

Budaya Politik Parokial

Budaya politik parokial menujuk pada budaya politik yang masih berada pada lingkup yang sangat kecil, dalam budaya politik ini orientasi dan sikap warga hanya berfokus pada politik di seputar tempat tinggal mereka, dan kurang memperhatikan politik yang lebih luas.

Ciri Budaya politik parokial yaitu berlangsung pada masyarakat yang masih sederhada/tradisional, yang tidak memiliki peran khusus dalam berpolitik, semua peran dilakukan secara bersama-sama. umumnya masyarakat tidak memiliki harapan tertentu pada sistem politik yang mereka anut.

Budaya Politik Subyek

Budaya politik subyek merupakan budaya politik yang menujuk kepada masyarakat yang patuh aturan-aturan yang berada pada lingkungan/negara terkait, namun mereka tidak melibatkan diri pada proses politik, seperti dalam pemilihan.

Baca Juga: Membentuk Karakter Cinta Tanah Air di Sekolah

Ciri politik subyek adalah warga/masayrakat menyadari kekuasaan pemerintah, namun tidak banyak memberikan tuntutan atau masukan. Warga masyarakat relative bersikap menurut/patuh pada undang-undang dan peraturan yang telah ditetapkan. Warga masyarakat memiliki kesadaran pada output politik, namun kesadaran untuk ikut dalam input politik berada masih rendah.

Budaya Politik Partisipan

Budaya politik partisipan merupakan budaya politik yang memiliki kesadaran pada setiap proses input maupun output produk politik. Ciri dari budaya politik partisipan terletak pada kesadaran masyarakat atas hak dan kewajiban yang mereka miliki, sehingga masyarakat tidak tunduk begitu saja pada keadaan, namun mereka dapat menilia setiap objek politik baik pada proses input maupun pada proses outpunya. Dan lain-lain

Budaya Politik yang Berkembang Di Indonesia

Dari bebrapa tipe budaya politik di atas, termasuk tipe yang mana budyaa politik yang ada di indonesia? Gaffar (1999) budaya politik yang ada di indonesia setidaknya memiliki tiga ciri, sebagai berikut;

Hirarki Yang Tegas

Budaya politik di indonesia memiliki ciri hirarkis yang ketat, dimana terdapat pemisahan yang jelas tingkat masyarakat. Seperti tingkat atas adalah para pejabat, elit politik, “elit ekonomi”, dan tingkat rendah diduduki oleh masyarakat biasa.

Kecenderungan Patronasi

Budaya politik patronasi merupakan budaya dimana ada hubungan yang saling diertukarkan antara patront dengan client. Patron memiliki sumberdaya yang dapat ditukarkan berupa kekuasaan, jabatan, perlindungan, mater, dan lain-lain. Sementara client memiliki sumberdaya berupa kesetiaan, tenaga dan dukungan.

Kecenderungan Neo-patrimonialistik

Budaya politik di indonesia memiliki kecenderungan neo-patrimonalistik, dimana negara masih dianggap sebagai milik pribadi/keluarga. Biasanya kontrol negara berada langsung dibawah pemimpin.

Kebijakan dalam sistem ini biasanya bersifat terpisah, tidak universal. Dalam sistem ini, penguasa memiliki kecenderuangan untuk menukarkan sumber daya yang ia miliki kepada teman-teman/kerabatnaya.

Baca Juga: Islam dan Demokrasi

Dari uraian tersebut, bagaimana budaya politik yang berkembang di indonesia? Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman baik suku, ras, agama dan golongan yang diakui dalam satu garis kehormatan yang sama, maka selayaknya indonesia menjadi negara yang menghargai prestasi. Siapa yang memiliki prestasi harus diapresiasi, bukan atas dasar kekerabatan, atau hubungan primordial lainnya.

Namun sayangnya, budaya budaya politik yang hirarkis, patronasi, dan kecenderungan neo-parimonalistik membuat kepentingan negara kadang dipertarukan untuk kepentingan golongan/kelompok semata. Hal ini tentumenjadi pengingat kita sebagai generasi penerus untuk berusaha melakukan perbaikan.

___________
Sumber:
Setyani, dan Hartati (2011) Pendidikan Kewarganegaraan

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 7:15 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..