Wednesday, March 20, 2019

Konsep Pewarisan Budaya Pada Masyarakat

Hai teman-teman, kali ini verbal.id akan membahas konsep pewarisan kebudayaan pada masyarakat. Bagai mana konsep ciri-ciri, serta peran dan fungsi pewarisan suatu kebudayaan kepada generasi penerus suatu masyarakat? Berikut penjelasannya;

Setiap peradaban yang dimiliki oleh satu komunitas memiliki kecenderungan untuk dilakukan proses pelestarian atau mempertahankan diri pada status Quonya. Nilai-nilai yang dianggap berharga akan senantiasa berusaha untuk tetap dilestarikan, sementara nilai-nilai yang tidak anggap keberadaannya akan menghilang dengan sendirinya.

Pewarisan kebudayaan pada masyarakat yang belum memiliki kebudayaan menulis akan mewariskan nilai-nilai kebudayaannya melalui tradisi lisan, hal ini akan lebih mudah hilang dibandingkan dengan pewarisan kebudayaan pada masyarakat yang telah mengenal tulisan. Karena kebudayaan mereka selain disampaikan dengan lisan, juga terekam dalam tulisan-tulisan yang mereka buat, sehingga relative lebih aman, tidak hilang ditelan zaman.

Baca Juga: Islam dan Demokrasi

Konsep kebudayaan merupakan suatu sistem kompleks yang termasuk di dalamnya adalah moral, kepercayaan, seni, pengetahuan, hukum, serta adat kebiasaan yang disusun sedemikian rupa dalam kehidupan masyarakat.

Konsep Pewarisan Budaya Pada Masyarakat
https://pixabay.com/id/photos/anak-anak-penangkapan-ikan-1807511/
Kebudayaan merupakan hasil intelektual manusia, oleh sebab itu seberapa maju suatu komunitas masyarakat dimasa lalu, dapat dilihat dari sebagaimana kebudayaan yang bisa ditemukan. Susunan bata-bata kebudayaan tersebut jika tidak diwariskan maka bangsa tersebut akan memulai mencari kebudayaan dari awal lagi, hal ini sebagaimana yang terjadi pada masyarakat islam pada masa perang salib. Dimana peradaban yang telah disusun bertahun-tahun tidak dapat diwarisi oleh generasi selanjutnya karena dilakukan pemusnahan masal buku-buku dan hasil penemuan lainnya.

Hasil intelektual tersebut banyak dinikmati oleh bangsa Eropa, yang menerjemahkan buku-buku berbahasa arab yang mengantarkan eropa pada masa pencerahan, hingga sampai saat ini.

pada masyarakat pada umumnya proses pewarisan kebudayaan dilakukan dengan dua cara, yaitu;

Sosialisasi

Yaitu merupakan proses dimana individu belajar dan mengamati cara-cara masyarakat sekelilingnya berinteraksi. Nilai-nilai itulah kemudian diambil seorang individu dan dipraktekkan kedalam berperilaku dalam bermasyarakat.

Enkulturasi (Pembudayaan)

Merupakan suatu proses dimana seorang individu mencermati, menghayati, dan menyesuaikan pola sikap dengan orang-orang dilingkungannya. Proses enkulturasi tersebut sudah mulai dilakukan individu sejak individu tersebut dapat berinteraksi dengan lingkungannya, sejak kecil.

Peran/Fungsi Pewarisan Kebudayaan

Peran dan fungsi dilakukannya penurunan, atau pewarisan kebudayaan pada masyarakat adalah untuk mengenalkan kebuadayaan, tradisi, dan nilai/norma yang telah ditemukan oleh para pendahulu mereka. Hal ini dilakukan karena masyarakat tersebut masih menganggap bahwa kebudayaan lama masih relevan untuk dipraktekkan, atau diperkenalkan kepada generasi penerus.

Baca Juga: Peran dan Fungsi Keragaman Budaya di Indonesia

Kebudayaan harus diwariskan kepada generasi penerus, selama kebudayaan tersebut dilihat sebagai nilai yang rrelevan untuk zaman selanjutnya, karena adanya fakta bahwa kebudayaan masa lalu tidak selamanya mendukung “kemajuan” masyarakat. Oleh sebab itu, maka kita harus memilih dan memilah mana kebudayaan yang relevan dan mana kebudayaan yang hanya sampai pada taraf pengetahuan saja.

Bagaimana Cara Pewarisan Kebudayaan Pada Masyarakat Tradisional

Pewarisan kebudayaan dilakukan oleh semua komunitas, tidak mengenal komunitas masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Masyarakat menurunkan kebudayaan kepada generasi penerusnya agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat lestari, karena nilai-nilai tersebut dianggap sebagai nilai yang tinggi yang harus diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Pada masyarakat tradisional, pewarisan kebudayaan dilakukan dengan pengajaran/pembiasaan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Adapun pengajaran kebudayaan dapat dilakukan di dalam keluarga, keratin, padepokan, perkumpulan, dan lain-lain.

Pengajaran kebudayaan dalam keluarga

Pengajaran kebudayaan di dalam keluarga dapat terjadi baik dengandisengaja maupun tidak disengaja. Pengajaran tidak disengaja misalnya terjadi kepada ibu yang mengajak anaknya melakukan kebiasaan-kebiasaan, hal ini secara tidak sengaja akan mengajarkan hal tersebut kepada sang anak. Mereka akan mengidentifikasi norma-norma, dan nilai-nilai yang penting bagi komunitas dimana mereka tinggal, termasuk moral, sopan santun dan lain-lain yang kemudian akan dilakukan, dan diamalkan sebagai sebuh sikap dan karakter yangmelekat pada diri mereka.

Pengajaran kebudayaan di keraton

Proses pewarisan kebudayaan pada suatu komunitas masyarakat dapat kita lihat juga pada pengajaran/penurunan kebudayaan yang terjadi di keraton. Pihak keraton memberikan pengajaran kepada para anggota keluarga keraton, dan juga para abdi dalem, yang berupa resep kecantikan tradisional, resep kesehatan, sampai pada tradisi-tradisi kebudayaan, yang tidak jarang juga ajaran-ajaran itu akhirnya diketahui oleh masyarakat umum, baik sengaja diumumkan, atau tidak sengaja diketahui masyarakat umum.

Pengajaran kebudayaan melalui padepokan

Kebudayaan yang lahir pada masyarakat tradisional kebanyakan adalah kebudayaan non tulis, sehingga kebudayaan ini lebih banyak diturunkan melalui tradisi lisan, hal ini dapat kita lihat pada pewarisan kebudayaan berupa pencak silat, yang tidak banyak yang tahu siapa pengarang dari seni beladiri pada mulanya, dan selain itu banyak juga ajaran kerohanian dan falsafah hidup pendekar silat yang tidak diketahui siapa yang menciptakannya. Pewarisan dan pengajaran kebudayaan berupa pencak silat diperoleh dari tempat-tempat lahihan, yang umumnya disebut dengan kata padepokan.

Pengajaran kebudayaan melalui perkumpulan

Pewarisan dan pengajaran kebudayaan melalui perkumpulan dilakukan oleh masyarakat tradisional seperti berbagi pengalaman tentang cara menangkap ikan, cara menanam tanaman dan cara bertahan hidup lainnya. kegiatan ini juga lebih banyak dilakukan dengan budaya lisan, yang disampaikan dengan cara non-formal.

Proses Pewarisan Kebudayaan Pada Masyarakat Modern

Berbeda dengan masyarakat tradisional, masyarakat modern dalam mewariskan kebudayaan lebih sulit, karena pada masyarakat modern banyak sekali kebudayaan baru yang lahir akibat yang diakibatkan oleh banyak faktor. Untuk menikmati kebudayaan pada masa tradisional, masyarakat modern harus melestarikannya dengan cara mensosialisasikannya melalui keluarga, institusi pendidikan, meseum, media (cetak/ tv/ internet), dan melalui pagelaran.

Pengajaran kebudayaan melalui keluarga

Sama halnya pada masyarakat traddisional, pewarisan kebudayaan pada masyarakat modern juga masih menggunakan medium keluarga sebagai basis pokok “pendidikan” pertama bagi anak. Oleh sebab itu, banyak tradisi, kebudayaan dan nilai/norma yang diwariskan melalui keluarga. Hal ini juga disebabkan oleh banyaknya nilai/norma yang tidak diperoleh dari instrumen pewarisan kebudayaan selain dalam keluarga.

Pengaajaran kebudayaan melalui institusi pendidikan

Institusi pendidikan baik formal maupun non formal dijadikan sebagai tempat dimana kebudayaan masyarakat diwariskan kepada generasi penerus. Hal ini dilakukan pada umumnya dengan cara menyusun kurikulum dan materi pelajaran secara terstruktur dan tersistem dengan baik.

Baca Juga: Kemenag Setarakan Ijazah Lulusan Pesantren Salafiyah dengan Ijazah Formal

Pengajaran kebudayaan melalui museum

Pewarisan kebudayaan dilakukan masyarakat modern dengan menjadikan tempat-tempat sentra belajar kebudayaan, seperti pada museum, atau juga di kerajaan-kerajaan yang masih eksis sampai saat ini. Di museum umumnya banyak karya dan peninggalan lainnya dipajang untuk dapat dipelajari oleh para pengunjung, sementara pada kerajaan-kerajaan yang masih eksis sampai saat ini lebih banyak kegiatan para raja dan abdi dalem yang dapat dipelajari sebagai kebudayaan.

Pengajaran kebudayaan melalui media

Masyarakat modern saat ini lebih mudah belajar tentang kebudayaan masyrakat, karena banyak media yang menyediakannya, baik media televisi, media internet, maupun media cetak lainnya. namun sayangnya minat terhadap proses pembelajaran kebudayaan ini lebih rendah disbanding dengan minat anak muda dalam mengakses hiburan-hiburan semata. Oleh sebab itu, pada masyarakat modern pewarisan kebudayaan yang walaupun terdapat banyak kanal yang menyediakan informasi tersebut, pewarisan kebudayaan dirasa lebih susah disbanding pada msayarakat tradisional.

Pengajaran kebudayaan melalui pagelaran

Pagelaran tari, pagelaran busana, dan pagelaran kebudayaan lainnya adalah merupakan salah satu jenis proses pewarisan dan pengajaran kebudayaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat modern.

Jelaskan perbedaan pewarisan budaya pada masyarakat tradisional dengan masyarakat modern

Sebagaimana yang telah kita paparkan pada bagian sebelumnya, proses pewarisan kebudayaan yang dilakukan oleh msayrakat modern dan masayrakat tradisional pada umumnya tidak terpaut jauh, mereka memiliki banyak kesamaan, dan perbedaannya hanya terletak pada cara dan medium yang digunakan untuk pewarisan kebudayaan.

Perbedaan pewarisan kebudayaan tersebut terletak pada medium dan cara pewarisan kebudayaan, hal ini diakibatkan oleh adanya medium baru yang dikenal msayrakat modern yang tidak dikenal sebelumnya pada msayrakat tradisional.

Nah, itulah beberapa cara masyarakat dalam mewariskan kebudayaannya pada generasi penerus. Kita dapat mempelajarinya lebih lanjut pada buku-buku antropologi, sosiologi, dan lain-lain.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 6:52 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..