Sunday, February 10, 2019

Kenali Ciri-ciri Berita Hoax (Berita Bohong)

Kenali Ciri-ciri berita hoax (Berita Bohong). Teknologi memungkinkan kita untuk lebih muda berkomunikasi dengan orang-orang terdekat, atau bahkan orang lain yang baru kita kenal. Teknologi dan informasi yang mengalami perkembangan pesat dewasa ini, tenyata hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menyebarkan informasi yang beredar luas di dalam gadget yang mereka miliki. Oleh sebab itu banyak sekali berita-berita yang belum jelas kebenaran dan sumbernya begitu saja dibagikan oleh masyarakat pada umumnya. Berbagai platform media sharing digunakan untuk menyebarkan berita, gambar, dan video yang belum jelas asal usulnya. Ada baiknya sebelum kita menyebarkan informasi, kenali ciri-ciri berita hoax (berita bohong) terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Berita Hoax (Berita Bohong)

  1. Mengandung kata provokasi, berita hoax biasanya disertai kata-kata provokasi seperti “Lawan, Sebarkan” dan lain lain.
  2. Terdapat kata viral!!, berita bohong (hoax) sering kali didahului dengan kata “viral” dalam judulnya
  3. Tidak aktual, berita hoax tidak jarang mengangkat kejadian-kejadian dimasa lalu, yang dinarasikan menjadi kabar sekarang (tidak aktual)
  4. Menggunakan judul yang bersifat mengundang emosi, ibah, empati, dan lain-lain
  5. Tidak terdapat konfirmasi dari pihak-pihak yang diberitakan
  6. Mendeskreditkan orang lain untuk mendapat keuntungan (dewasa ini lebih banyak keuntungan politik yang dicari).
  7. Sumbernya tidak jelas
  8. Bersifat clikbait, judul berita hoax biasanya dibuat sedemikian rupa agar kita tertarik untuk mengekliknya.
  9. Dan lain-lain.

Modus Penyebaran Berita Hoax Oleh Masyrakat Umum

Kenali Ciri-ciri berita hoax (Berita Bohong).
Penyebaran berita bohong (hoax) di berbagai platform dunia maya di dukung dengan mudahnya menyebarkan berita-berita tersebut melalui media sosial, whatsapp dan facebook dianggap media paling rentan digunakan untuk menyebarkan berita hoax, fitnah, dan lain-lain.

Baca Juga: Ditengah Himpitan Agama Impor


Indonesia masuk kedalam negara dengan pengguna media sosial terbanyak di seluruh dunia, sementara itu tingkat literasi masyarakat indonesia berada pada level kedua terendah, dari 61 negara indonesia menepati urutan ke 60.[1]  Hal ini diduga juga menjadi salah satu faktor, kenapa beritahoax begitu mudah tersebar di indonesia.


Selain itu, Penyebaran berita hoax terjadi akibat adanya empati yang cukup besar dalam masyarakat indonesia, oleh sebab itu, berita-berita yang berkonten mengundang empati akan lebih gambang disebarkan. Hal ini juga dapat kita buktikan dengan memperhatikan tayangan tv di indonesia, ternyata  yang paling banyak ditonton adalah tayangan yang banyak mengandung empati.


Modus penyebaran berita hoax pada masyarakat umum yang ketiga adalah, adanya motif ingin menjadi yang pertama. Netizen memiliki keinginan untuk menyebarkan suatu berita yang mungkin belum disebarkan oleh orang lain dalam komunitasnya. Oleh sebab itu, mereka akan dengan semangat menyebarkan suatu berita baru yang bahkan sebelum membaca isi kontennya sebelumnya.


Baca Juga: Paradoks Perpeloncoan Mempelai Pengantin


Dan yang terahir, ikut tren. Masyarakat kita sering kali latah dengan hal-hal yang ngetren pada “komunitasnya”, jika musim pilpres kita akan menyebarkan berita-berita seputar itu, dan begitu seterusnya. Sialnya, semakin banyak suatu berita dibagikan maka berita tersebut akan menjadi viral dan tren. Dan jika yang kita bagikan adalah berita bohong, maka berita tersebut akan menjadi tren yang akan diikuti oleh masyarakat (net).

Cara Menyikapi Berita Hoax

Dengan semakin intensnya berita bohong yang tersebar di dunia maya, kita harus lebih selektif dalam menyebarkan berita-berita yang kita dapatkan. Karena boleh jadi berita yang sedang kita baca adalah berita hoax (berita bohong). Bagaimana cara menyikapi berita hoax?

Pertama, hati-hati dengan judul yang provokatif. Jika kita tergoda membacanya maka lebih baik kita mencari juga berita pembandingnya, dan cari berita dari situs mainstream, atau situs resminya.


Kedua, google memiliki fasilitas untuk mencari gambar, yang dapat kita gunakan untuk melacak gambar yang kita dapatkan asalnya dari situs apa, dan pada pemberitaan apa. Hal ini dapat kita lakukan untuk mengetahui kesesuaian antara konten berita dangan gambarnya.


Ketiga, periksa keberimbangan pemberitaan. Berita yang baik adalah berita yang berimbang dalam memberitakan sesuatu, selalu ada konfirmasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan. Jika berita tersebut tidak berimbang, maka patut kita duga beritanya adalah merupakan berita bohong.


Baca Juga: Model Pendidikan di Masa Depan


keempat, cermati alamat situsnya. Kebanyakan berita hoax berasal dari situ-situs yang belum terverifikasi oleh situs resmi. Oleh sebab itu, jika kita membaca berita dari situs “abal-abal” kita juga harus mencari referensi dari situs yang lebih kredibel untuk membandingkannya.


Dalam menyikapi berita hoax, kita harus lebih hati-hati dalam menyebarkan berita, jika itu berita, gambar, video negatif, maka jangan disebarkan. Jika kabar baik, maka kita harus berusaha memverifikasinya terlebih dahulu dengan situs kredibel lain. Ingat, jangan menyebarkan berita apapun, kecuali kita yakin betul pada kebenaran berita tersebut.

Cara Menghindarkan Diri Dari Hoax (Berita Bohong)

Ketika mulai masuk musim pemilu, akan banyak sekali berita bohong yang memang sengaja disebarkan oleh para simpatisan dan bazzer yang biasanya memang merupakan kelompok yang berafiliasi langsung dengan para kontestan, oleh sebab itu kita sebagai netizen harus bisa memilah dan mimilih mana kontenyang bisa dipercaya.

Sebagai masyarakat biasa tentu kita tidak punya kemampuan dan instrumen untuk meneliti secara mendalam tentang penyebaran beriata bohong (hoax), namun kita bisa meneliti keabsahan dari berita yang kita konsumsi.

Selain dengan beberapa teknik mengenali ciri berita bohong yang telah kami uraikan di atas, lebih penting adalah sikap kita terhadap para kontestan. Pertama, jika kita sudah memilih mendukung dengan sangat membabi buta, tentu kita tidak akan pernah bisa menemukan mana kebenaran. oleh sebab itu, dalam mendukung suatu calon kontestan politik kita harus bersikap sewajarnya, agar mampu menerima berbagai fakta tentang calon yang kita dukung secara rasional. 

Kedua, dizaman digital seperti sekarang ini, akan banyak konten-konten hoax yang bertebaran di media sosial, oleh sebab itu, bersikaplah tidak gampang percaya terhadap satu sumber, ikuti kedua atau semua akun rival dalam kontestasi agar kita dapat melihat beberapa fakta yang mereka sebar luaskan, dan selanjutnya kita dapat membandingkan, dengan analisis pribadi dan dibandingkan dengan beberapa sumber kredibel lain yang ada.

Ketiga, jika kita merasa tidak mampu mencari suatu kebernaran atas suatu konten, maka jangan terburu-buru menyebarkannya di media sosial, agar kita tidak menjadi salah satu penyebar hoax.

Keempat, bersikaplah bodoh amat, semua berita belum tentu benar adanya. perlu sedikit sikap bodoh amat, dan kroscek dengan media kredibel lain.
________________
Sumber:

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 5:54 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..