Tuesday, February 12, 2019

Faktor, Proses Dan Syarat Terbentuknya Integrasi Sosial

Faktor, Proses Dan Syarat Terbentuknya Integrasi Sosial Di Indonesia. Integrasi sosial adalah beberapa system yang mengalami pembauran sehingga menjadi kesatuan yang utuh. Integrasi sendiri berasal dari bahasa ingris “integration” yang berarti penggabungan, atau penyatuan. Integrasi dapat dipahami sebagai suatu proses penyesuaian antar unsur yang berada dalam suatu masyarakat sehingga terbentuk sistem kehidupan masyarakat yang saling mengisi, dan serasi.

Makna lain dari integritas sosial adalah sebuah kesadaran untuk saling melakukan penyesuaian terhadap beberapa unsur atau entitas kebudayaan, dan umumnya unsur atau entitas budaya minor akan menyesuaikan dengan entitas kebudayaan mayoritas, namun tidak tetap melupakan kebudayaan masing-masing. Dengan kata lain, proses integrasi berarti terjadi kompromitas antar berbagai unsur kebudayaan yang hidup dalam masyarakat tersebut. Nah, bagaimana si sebenarnya faktor dan proses terbentuknya integrasi sosial?

Proses Integrasi  Sosial

Proses integrasi sosial terjadi melalui dua hal yaitu asimilasi dan akulturasi, sebagai berikut:

1.       Asimilasi

Asimilasi adalah merupakan pertemuan antara beberapa unsur kebudayaan yang membuat munculnya satu budaya baru disertai dengan hilangnya ciri khas dari berbagai unsur kebudayaan yang membentuk kebudayaan baru tersebut.

2.       Akulturasi

Akulturasi adalah suatu kondisi dimana satu kebudayaan dihadapkan dengan kebudayaan baru (asing), yang lama-kelamaan kebudayaan baru tersebut diolah kedalam kebudayaan sendiri sehingga tercipta variasi kebudayaan, yang tidak meninggalkan kebudayaan yang telah ada sebelumnya (sifat asli kebudayaan penerima masih dipertahankan).
faktor proses syaraat integritas sosial
Adapun tahap-tahap terjadinya integrasi sosial dimulai dari proses Interaksi, Proses Identifikasi, Kerjasama, Akomodasi, Asimilasi/Akulturasi dan Integrasi Sosial.

Proses integrasi diawali dengan proses interaksi, yaitu suatu proses untuk beraktivitas bersama. Dan selanjutnya terjadi proses identifikasi, yaitu proses dimana satu pihak menerima keberadaan pihak yang lain secara utuh, sehingga bisa dilakukan proses untuk memahami karakter, latar belakang, dan kepentingan pihak lain.

Setelah proses identifikasi terhadap latar belakang dan kepentingan masing-masing pihak, akhirnya menemukan persamaan, sehingga dapat dimulai proses kerjasama, dan ini akan membawa antar unsur kebudayaan melakukan proses akomodasi, yaitu proses penerimaan terhadap kepentingan pihak lain, sehingga bisa saling menerima kepentingan kedua pihak, dalam proses ini juga dilakukan penyamaan terhadap persepsi terhadap tujuan bersama.

Setelah semua proses itu terjadi dalam beberapa waktu yang relative panjang, selanjutnya akan disusul dengan proses asimilasi/akulturasi, dan terbentuklah integrasi sosial. Integrasi osial di Indonesia dapat kita lihat dengan mengamati percampuran antara kebudayaan islam dengan kebudayaan jawa, sehingga lahir islam yang berciri khas masyarakat jawa.

Bentuk-Bentuk Integrasi Sosial

1.       Integrasi normatif: yaitu integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Indonesia dipersatukan oleh Bhineka Tunggal Ika, misalnya.
2.       Integrasi fungsional: adalah integrasi yang terjadi akibat adanya masyarakat yang memahami unsur masyarakat lain dapat melengkapi fungsi yang belum ada dalam masyarakat tersebut, sehingga kedua unsur masyarakat tersebut melakukan proses integrasi fungsional.
3.       Integrasi koersif: merupakan integrasi yang dilakukan dengan bentuk pemaksaan, hal ini terjadi bila satu unsur masyarakat tidak mau melakukan proses integrasi, sehingga kebudayaan yang lain melakukan pemaksaan.

Faktor Pendorong Dan Penghambat Integrasi Sosial

1.       Homogenitas kelompok.

Cepat lambatnya suatu integrasi osial bergantung pada bagaimana masyarakat tersebut tersusun. Jika masyarakat tersebut memiliki banyak kesamaan, maka integrasi osial akan lebih mudah terwujud, namun jika hal sebaliknya terjadi, maka hal itu akan menjadi penghambat terjadinya integrasi sosial.

Baca Juga: Peran dan Fungsi Keragaman Budaya di Indonesia

2.       Besar kecilnya kelompok.

Semakin besar komunitas, tentu konsolidasi akan semuakin sulit dilakukan oleh sebab itu integrasi osial juga bergantung kepada besar kecilnya kelompok/komunitas tersebut. Semakin kecil kelompok, integrasi akan semakin mudah dilakukan, begitu juga sebaliknya.

3.       Mobilitas geografis.

Mobilitas geografis juga akan berpengaruh terhadap terwujudnya integrasi sosial, semakin sering orang yang datang dan pergi akan mempengaruhi cepat atau lambatnya integrasi sosial.

4.       Efektifitas komunikasi.

Efektifitas komunikasi akan berdampak terhadap terwujudnya integrasi social, komunikasi yang efektif akan membuat integrasi sosial lebih mudah terjadi.

Syarat Terjadinya Integrasi Sosial

Sebelum proses integrasi sosial dapat tewujud, terlebih dahulu integrasi social harus memenuhi syarat-syarat terbentuknya integrasi social, sebagai berikut;

Baca Juga: Tradisi Unik di Lamongan Wanita Melamar Pria
1.       Masyarakat merasa kebutuhannya bisa dipenuhi oleh masyarakat lain.
2.       Nilai dan norma dijalankan secara konsisten
3.       Terjadi kesepakatan bersama tentang norma dan nilai
4.       Adanya toleransi, dan
5.       Terdapat kesamaan visi dan misi untuk hidup bersama.

Uraian di atas adalah bagaimana integrasi sosial dapat terwujud, untuk membaca proses integrasi sosial, contoh integrasi social, faktor pendorong integrasi sosial, faktor penghambat integrasi sosial, faktor pendorong integrasi sosial dan contohnya, materi integrasi sosial, upaya menuju integrasi sosial, dan analisis proses terjadinya integrasi social serta materi terkait, dapat kita baca pada tulisan berikutnya.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 10:08 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..