Sunday, January 6, 2019

Perbedaan Budaya Di Indonesia

Perbedaan Budaya Di Indonesia Budaya berasal dari kata budhi yang berarti akal, hal ini menunjukkan bahwa budaya adalah hasil pemikiran, oleh karena itu, mahluk hidup selain manusia tidak memiliki budaya, karena mereka hanya memiliki insting, tidak berpikir. Secara umum, budaya adalah merupakan cara hidup suatu masyarakat yang hidup dan berkembang, dan berusaha terus diwariskan secara turun-menurun. Koentjaraningrat menyebutkan bahwa budaya merupakan sebuah gagasan dan rasa, sebuah tindakan serta karya yang dihasilkan oleh manusia di dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan kepunyaannya dengan belajar.

Culture dalam bahasa ingris yang merupakan padanan kata budaya, berasal dari bahasa Latin colere yang berarti “mengolah”, “mengerjakan”, dan terutama berhubungan dengan pengolahan tanah/tani. Selanjutnya kata tersebut dimaknai sebagai segala daya dan upaya untuk melakukan kegiatan pertanian.
J.J. Hoenigman mengungkap terdapat tiga wujud budaya, yakni gagasan, tindakan, dan karya;

a.       Gagasan
Wujud budaya dalam bentuk gagasan merupakan bentuk budaya yang tidak dapat disentuh karena terdapat pada pemikiran masyarakat, namun hal ini tetap dapat diamati dengan melihat karya-karya, baik karya tulis maupun juga pada seni-seni. Selain itu, bentuk budaya dalam bentuk gagasan juga dapat kita amati dalam ide, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya.
b.      Tindakan
Bentuk budaya yang terdapat dalam tindakan dapat kita lihat dalam aktifitas-aktifitas masyarakat yang biasanya terpola dan seragam. Seperti cara berinteraksi, cara bergaul, dan tindakan lain yang bersifat konkret dan dapat didokumentasikan
c.       Karya
Budaya yang tercermin dalam karya-karya, atau artefak merupakan bentuk budaya yang paling mudah ditemukan dan diamati, jika dibandingkan dengan kedua wujud kebudayaan di atas. bentuk kebudayaan yang tercermin dalam karya dapat berupa karya benda, seperti patung, dan produk hasta kerya lainnya, maupun bentuk tak benda, seperti dalam seni tari, dan lain-lain

Latar Belakang Perbedaan Budaya

Perbedaan Budaya Di Indonesia
Perbedaan budaya merupakan suatu hal yang patut kita syukuri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena dengan perbedaan-perbedaan tersebut kita akan lebih mudah untuk belajar memahami sesame. Di Indonesia kita sudah sangat familiar dengan perbedaan budaya, apa lagi yang tinggal di kota, yang biasanya tersusun dari masyarakat urban, dari daerah-daerah lain.

Apa saja yang mempengaruhi perbedaan budaya masyarakat Indonesia? Perbedaan-perbedaan yang terjadi disuatu wilayah dapat timbul akibat dari;
a.       Letak Geografis
Letak geografis akan sangat berpengaruh bagi terbentuknya suatu budaya, misalnya masyarakat pesisir yang lebih sering bertemu dengan orang baru akan membentuk budaya egaliter, dan masyarakat pesisir yang sering melaut akan memiliki gaya bicara yang keras, karena terbiasa menggunakan nada keras, karena suara rendah akan mudah terdistorsi oleh angina di laut.
Letak geografis tersebut juga melahirkan perbedaan suka bangsa di indonesia, seperti melayu, jawa, Madura, papua, sunda, dan lain-lain.
b.      Kondisi Geografis
Sebagaimana kita ketahui bahwa negara Indonesia terbentuk atas wilayah kepulauan, hal ini membuat masyarakat Indonesia memiliki perbedaan kebudayaan yang sangat mencolok, karena setiap wilayah mampu mengembangkan kebudayaannya masing-masing. Hal ini berbeda jika wilayah Indonesia terletak dalam satu daratan.
c.       Mobilisasi
Mobilisasi adalah merupakan pergerakan manusia, yang biasa juga disebut migrasi. Masyarakat yang bermigrasi, atau berpindah kewilayah lain akan berinteraksi dengan alam, dan masyarakat di daerah tersebut. Sering kali kedua kebudayaan yang bertemu akan melahirkan kompromi-kompromi yang selanjutnya melahirkan kebudayaan baru.

Pluralitas Perbedaan Budaya

Peradaban bangsa Indonesia yang tersusun atas perbedaan-perbedaan budaya yang kompleks membuat bangsa Indonesia memiliki pemahaman yang baik atas perbedaan-perbedaantersebut. Hal ini membuat masyarakat memiliki ciri egaliter yang memandang budaya masyarakat lain setara tingginya.

Pluralitas perbedaan budaya, atau kemajmukan ini berkembang sedemikian rupa menjadi penerimaan budaya masyarakat lain, atau yang lebih dikenal dengan multikulturalisme.

Contoh Perbedaan Budaya Antar Negara

Masnusia akan senantiasa menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya, hal ini membuat setiap negara yang memiliki kondisi alam yang berbeda akan memiliki kebudayaan yang berbeda pula. Misalnya negara-negara barat yang memiliki empat musim, biasanya akan “merayakan” dimana matahari bersinar terik, hal ini dapat kita lihat kenapa banyak bule yang suka berjemur.

Masyarakat Indonesia yang hidup di wilayah katulistiwa, memiliki musim yang rata-rata selalu terdapat matahari, membuat kita tidak terlalu surprise dengan adanya matahari. Pola-pola masyarakat ini juga selanjutnya melahirkan cara-cara berpakaian yang berbeda pula.

Cara Mengatasi Perbedaan Budaya Perbedaan Budaya

Perbedaan adalah anugera yang patut kita syukuri, namun demikian, perbedaan juga sering kali melahirkan konflik-konflik yang besar. Di Indonesia, potensi-potensi munculnya konflik akibat perbedaan sangat nyata dapat dilihat, walaupun jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan masyarakat yang dapat menerima perbedaan dengan baik.

Adanya potensi konflik akibat perbedaan ini harus dikelola dengan baik agar tidak mudah naik kepermukaan, atau bahkan hilang. Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi masalah perbedaan, sebagai berikut;
a.       Perspektif dalam melihat perbedaan
Rubah cara pandang kita terhadap perbedaan, anggap perbedaan adalah hal positif. Cara pandang yang positif akan melahirkan sikap dan perilaku yang positif juga. Mencari persamaan lebih baik dari sekedar mencari-cari perbedaan.
b.      Memposisikan sesuatu pada tempatnya
Pada saat berinteraksi dengan budaya baru, kita harus memposisikan diri pada posisi yang tepat, hal ini dikarenakan kebiasaan yang biasa kita lakukan boleh jadi adalah hal yang tidak baik bagi masyarakat lain. Oleh sebab itu, kita harus berusaha meletakkan sesuatu pada tempatnya.
c.       Hargai orang lain
Menghargai orang lain sama halnya dengan menghargai diri kita sendiri. Dengan menghargai orang lain kita akan melahirkan situasi yang baik untuk lahirnya saling menghargai.
                 d.   Dan lain-lain.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 4:31 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..