Wednesday, January 30, 2019

Bagaimana Cara Menangani Konflik Dalam Masyarakat

Apa Hakikat Konflik. Konflik dapat dimengerti sebagai suatu kondisi dimana terjadi pertentangan, ketegangan, dan perlawanan, yang dapat terjadi baik antar individu maupun kelompok, atau antara keduanya. Vander Zanden menyebutkan bahwa konflik sebagai suatu pertentangan mengenai tuntutan hak atas kekuasaan, kekayaan, status atau wilayah, yang dimaksudkan untuk menetralkan, merugikan ataupun menyisihkan lawan mereka.  Oleh sebab itu, jika konflik tidak dikelola dengan baik maka akan terjadi kerusakan yang akan merugikan bagi kedua belah pihak, dan pihak lain yang secara tidak sengaja berada dalam irisan konflik tersebut. Artikel ini berisi tentang Bagaimana Cara Menangani Konflik Dalam Masyarakat

Menurut Karl Marx “sejarah manusia adalah sejarah pertentangan kelas”, dalam pengertian ini maka dapat kita ketahui bahwa hakikat dari konflik adalah sesuatu yang hapir tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia, karena jika sudah tidak ada konflik maka sejarah manusia akan berahir.[1]

Penyebab Konflik

Perbedaan Individu, yang Meliputi Perbedaan Pendirian dan Perasaan

Setiap individu adalah individu yang unik, dengan keunikan tersebut maka setiap individu dipastikan memiliki pendirian, dan perasaan yang berbeda-beda, dan jika perbedaan-perbedaan tersebut tidak dapat dikompromikan dengan individu lain dalam suatu masyarakat maka akan berpotensi menimbulkan ketegangan, atau konflik.

Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan

Tidak dipungkiri bahwa seorang individu akan dibentuk oleh masyarakat dimana individu tersebut berada, oleh sebab itu perbedaan latar belakang budaya akan membuat individu tersebut memiliki corak pemikiran, perasaan, dan kepentingan yang mungkin berbeda dengan individu lain, dan jika hal ini tidak menemukan jalan temu maka hal tersebut akan memicu adanya konflik.

Perbedaan Kepentingan Antara Individu Atau Kelompok

Bagaimana Cara Menangani Konflik Dalam Masyarakat
Latar belakang dari individu atau kelompok melahirkan kepentingan yang berbeda-beda, sebagai contoh seorang pengusaha akan berkepentingan untuk mendapatkan buruh murah, agar keuntungan yang akan didapatkan menjadi berlipat ganda, jika dibandingkan apabila pengusaha menggunakan buruh yang berupah mahal.

Dilain pihak, kelompok buruh akan memiliki kepentingan untuk mendapatkan gaji yang sepadan dengan waktu yang dikorbankannya, dan tentu saja buruh berkepentingan untuk mendapatkan gaji yang dapat mensejahterakan keluarga mereka, oleh sebab itu baik buruh maupun pengusaha akan memperjuangkan kepentingannya, dan jika tidak mendapatkan titik temu maka akan menyulut terjadinya konflik.

Perubahan-Perubahan Nilai Yang Cepat

“Tidak ada yang abadi di dunia ini, setiap sesuatu akan mengalami perubahan, dan satu-satunya yang abadi adalah perubahan itu sendiri” kutipan tersebut rasanya sudah sangat familiar bagi kita, kutipan tersebut mensuratkan bahwa setiap sesuatu akan berubah. Namun demikian jika perubahan tersebut terlalu cepat, atau mendadak maka akan terjadi konflik dalam suatu masyarakat, karena nilai-nilai lama masih dipertahankan oleh dalam masyarakat.


Sebagai contoh, dalam masyarakat tradisional yang umumnya petani biasanya memiliki nilai-nilai seperti kekeluargaan, kegotongroyongan, kebersamaan, dan lain-lain. Jika dalam masyarakat tersebut terjadi perubahan yang terlalu cepat menjadi masyarakat industry misalnya, maka akan terjadi konflik dalam masyarakat. Hal ini disebabkan oleh nilai-nilai yang dimiliki masyarakat industry bertolak belakang dengan nilai yang dianut dalam masyarakat tradisional, seperti individual, structural, dan waktu menjadi semakin ketat untuk bekerja.

Hal-hal tersebut dapat menimbulkan konflik, selain karena prosesnya terlalu cepat, juga dikhawatirkan tatanan masyarakat yang baru dapat mengancam kelestarian nilai lama, maka akan terjadi upaya penolakan.

Bagaimana Cara Mengatasi (Menyelesaikan) Konflik Sosial

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu konflik, cara-cara tersebut dapat digunakan sesuai dengan realitas keadaan, yang dibutuhkan dalam masyarakat yang berkonflik, sebagai berikut;

Kemenangan suatu pihak atas pihak lain

Memenangkan salah satu pihak dalam suatu konflik dapat kita lihat misalnya dalam suatu pengadilan, di pengadilan biasanya akan terdapat pihak yang menang, dan ada pihak yang kalah.

Kompromi atau perundingan di antara pihak-pihak yang bertikait

Dalam penyelesaian konflik satu ini dapat semua pihak tidak ada yang sepenuhnya menang, dan juga tidak ada pihak yang sepunuhnya kalah. Atau dapat juga membuat semua pihak menag (win-win solution) atau skema yang lain.

Rekonsiliasi

Rekonsiliasi adalah suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk memulihkan kembali hubungan antar pihak yang berseteru. Rekonsiliasi dapat memacu timbulnya rasa saling percaya pada pihak-pihak yang terkait dengan konflik. Seperti pada konflik yang melibatkan Indonesia dengan Malaysia mengenai kepulauan sipadan

Arbitrasi

Arbitrase adalah penyelesaian konflik dengan cara menghadirkan orang ketiga sebagai hakim atas permasalahan kedua belah pihak, keputusan arbitrasi bersifat mengikat kepada kedua belah pihak yang terkait, dan harus ditaati.

Saling memaafkan satu pihak dengan pihak yang lain

Penyelesaian dengan cara saling memaafkan biasanya dilakukan pada kasus-kasus yang dianggap tidak perlu dibawa ke meja hijau (pengadilan)

Kesepakatan

Kesepakan untuk tidak berkonflik dapat dijadikan solusi pada penyelesaian konflik. Kesepakatan ini dapat berupa kesepakatan jangka pendek, atau kesepakan jangka panjang. Contoh kesepakatan jangka pendek adalah pada perjanjian gencatan senjata pada kondisi konflik perang.

Baca Juga: Peran dan Fungsi Keragaman Budaya di Indonesia

Cara Mencegah Terjadinya Konflik (Preventif)

Selain penyelesaian konflik seperti yang dijelaskan di atas, ada baiknya kita mencegah agar konflik tidak meledak kepermukaan, adapun caranya adalah sebagai beriku;

Menjalin komunikasi

Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang kondusif, komunikasi dapat mencegah terjadinya konflik muncul kepermukaan. Hal ini disebabkan oleh terakomodasinya kepentingan setiap individu, dan atau setiap individu mampu memahami kondisi yang sedang terjadi.

Mendengarkan

Walaupun terdengar sepele, seringkali kita tidak mendengarkan pembicaraan orang secara seksama, hal ini memicu terjadinya salah persepsi pada pembicaraan orang lain.
Selain itu, orang yang berbicara dan tidak kita dengarkan, mereka akan timbul rasa tidak nyaman pada kita. yang selanjutnya dapat menyulut terjadinya konflik. Oleh sebab itu, penting untuk mendengarkan lawan bicara (baik atasan, bawahan, dan sesame masyarakat) agar konflik tidak mudah naik kepermukaan.

Bersilaturahim

Ilaturahim berfungsi untuk mengikat tali persaudaraan, namun intensitas silaturahimjuga kadang akan menimbulkan konflik batin, oleh sebab itu, kita harus menganalisa kebutuhan, jangan terlalu sering, dan jangan pula terlalu jarang.

Mempertimbangkan dengan belajar pada konflik-konflik yang pernah terjadi

Konflik yang pernah terjadi dimasa lalu, baik terjadi pada kita maupun pada orang lain, dapat kita gunakan untuk media berintropeksi, atau menjadi bahan pertimbangan agar kita tidak mudah terlibat konflik yang tidak perlu.






[1] Pengertian ini hanya penilaian saya secara subjektif.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 5:46 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..