Thursday, January 24, 2019

Akibat-Akibat Konflik Sosial Dan Contohnya Dalam Masyarakat

Akibat-Akibat Konflik Sosial Dan Contohnya Dalam Masyarakat. Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Dalam kamus besarbahasa Indonesia (KBBI) konflik diartikan sebagai pertentangan; perselisihan; percekcokan; ketegangan atau pertentangan. Sedangkan secara sosiologis konflik dapat kita pahami sebagai suatu pertentangan, atau ketegangan yang terjadi kepada dua individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Setiap konflik biasanya akan membawa kerusakan, ketegangan maupun kepanikan, namun disisi yang lain konflik juga akan membawa dampak positif bagi masyarakat yang sedang berkonflik. Dampak-dampak dari konflik tersebut harus diperhitungkan sebelum berkonfrontasi, atau berkonflik dengan pihak lain, karena pada sekala yang besar konflik akan lebih banyak membawa dampak negatif disbanding dengan dampak positif yang mengikutinya. Oleh sebab itu, konflik yang berpotensi besar akan merusak, lebih baik dihindari.

Contoh Konflik Yang Terjadi Di Indonesia

Akibat Konflik Sosial Dan Contohnya Dalam Masyarakat
Diberbagai belahan dunia pasti kita akan menemukan konflik. Konflik sudah sangat lumrah terjadi dalam kehidupan manusia, namun demikian konflik tetap harus diminimalisir, apa lagi konflik yang berpotensi pada terjadinya perpecahan bangsa.
Masyarakat Indonesia masih terhitung sangat mudah terprovokasi, apa lagi melihat kenyataan bangsa Indonesia yang tersusun atas bebagai etnis, suku, ras, agama, dan kebudayaan lainnya. Oleh sebab itu, sepanjang umur Indonesia saat ini, tercatat banyak sekali terjadi konflik, mulai dari konflik yang remeh misalnya konflik pada pasangan remaja, sampai konflik yang melibatkan kelompok besar seperti yang terjadi di poso(konflik antar agama), Madura (konflik antar sekte), dan di sampit (antar suku). Dan mulai dari konflik antar kelompok komunitas, sampai konflik antar pendukung capres.

Sampai saat ini, konflik di Indonesia masih terbilang mudah untuk diselesaikan. Kedua belah pihak yang berkonflik bisa diajak berdamai, dengan sedikit sentuhan yang tepat, adil dan tidak merugikan kepada kedua belah pihak. Namun demikian, masih dapat kita lihat adanya konflik laten yang berpotensi mudah naik kepermukaan jika terjadi provokasi, seperti persoalan PKI, “kelompok islam yang dibenturkan dengan agama”, dan konflik kepentinganlainnya.

Akibat-Akibat Konflik Sosial

Setiap konflik yang terjadi pasti akan membawa suatu dampak, baik dampak yang diinginkan, maupun dampak yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah merupakan dampak positif dan negative dari sebuah konflik;

Dampak Positif

Diantara dampak positif akibat terjadinya konflik adalah sebagai berikut;

Meningkatnya Solidaritas Sesama Anggota Kelompok

Konflik yang terjadi kepada antar kelompok akan membuat hubungan internal dalam satu kelompok akan semakin kuat, oleh sebab itu solidaritas akan terbangun, dan akan semakin mudah menjalin kerja sama. Sebagai mana konflik antar bangsa, dimasa penjajahan bangsa-bangsa lain terhadap bangsa Indonesia, saat itu kita telah melupakan asal usul daerah, ras, agama, dan identitas lainnya. kita saling bahu membahu untuk mengusir bangsa penjajah, dan pada akhirnya mereka angkat kaki dari wilayah Indonesia.

Mencapai Kemajuan

Konflik tidak melulu persoalan kekerasan, karena konflik (dalam arti positif) juga bisa terjadi pada saat berlangsungnya persaingan. Persaingan yang terjadi akan membuat setiap pihak terpacu untuk mengembangkan kreatifitas, dan trobosan-trobosan yang pada akhirnya akan mengarah kepada suatu kemajuan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menangani Konflik dalam Masyarakat

Membentuk Kepribadian

Pada konflik dimasa revolusi bangsa Indonesia dibenturkan dengan bangsa-bangsa penjajah, yang membuat sikap bangsa Indonesia semakin terlihat lebih nyata. Banyak tokoh-tokoh perjuangan muncul dalam masa perjuangan tersebut, baik tokoh yang tertulis maupun tokoh yang tidak tertulis adalah contoh dari terbentuknya kepribadian akibat suatu konflik.

Sebagaimana juga kita kenal peribahasa yang berbunyi “pelaut ulung tidak terlahir dari air yang tenang”, kira-kira begitulah ilustrasi konflik dalam membentuk suatu keperibadian.

Dampak Negatif

Selain dampak-dampak positif yang telah disebutkan di atas, konflik juga membawa dampak negative, sebagai berikut;

Retaknya Hubungan Antarindividu atau Kelompok

Konflik yang terjadi dalam suatu kelompok akan memicu terjadinya perpecahan, hal ini diakibatkan oleh adanya perbedaan sikap dukungan terhadap anggota kelompok yang sedang berkonflik. Selain itu, individu yang telah berkonflik akan memilih mengambil jarak antar keduanya, oleh sebab itu konflik akan membawa kepada renggang, atau retaknya hubungan antarindividu dalam suatu kelompok.

Perubahan Kepribadian

Perubahan kepribadian yang merupakan dampak negatif dari adanya suatu konflik adalah kepribadian yang bersifat dekonstruktif, seperti emosional, dan kehilangan rasa percaya diri. Selain itu, seperti yang terjadi pada masa penjajahan, bangsa yang kalah akan menjadi inferior.

Baca Juga: Konflik dalam Kehidupan Sosial

Rusaknya Harta Benda dan Bahkan Hilangnya Nyawa Manusia

konflik kekerasan yang telah pernah kita alami sebelumnya menunjukkan bahwa konflik yang tak kunjung selesai akan mengakibatkan banyaknya kerugian yang dialami oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik, khususnya pihak yang kalah, seperti hancurnya harta benda dan hilangnya nyawa. Hal itu dapat terjadi pada konflikk yang berujuang pada satu peperangan, perkelahian, atau bentrokan masa lainnya.

Terjadi Dominasi dan Penaklukan

Kelompok yang memenangkan konflik biasanya akan mendominasi, dan menguasai seluruh reproduksi wacana maupun sumberdaya yang ada, bersamaan dengan itu, akan terjadi sebuah penaklukan.

Cara Menangani Konflik akan dibahas pada artikel selanjutnya

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 12:51 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..