Wednesday, December 12, 2018

Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial

Faktor-Faktor Pendorong dan Penghambat Mobilitas Sosial. Mungkin kita akan bertanya-tanya, apakah setiap masyarakat mengalami proses mobilitas sossial? Pada kenyataannya, tidak semua masyarakat mengalami mobilitas sosial. Dalam masyarakat yang terbuka akan lebih sering terjadi mobilitas sosial, namun tidak demikian pada masyarakat yang strukturnya tertutup, masyarakat yang masih menganut sistem kasta akan mengalami kusulitan untuk melakukan mobilitas sosial, khususnya masyarakat yang berada di kelas bawah. Pada masyarakat strata/kelas atas sebenarnya dapat melakukan mobilitas sosial, dengan menikahi kelas bawah, maka mereka akan dapat berpindah kelas, di bawahnya. Namun demikian biasanya mereka enggan melakukan itu, karena akan menurunkan derajad mereka. 


Kenapa masyarakat melakukan mobilitas sosial, dan mengapa masyarakat yang lain sulit untuk melakukan mobilitas sosial? Berikut ini adalah beberapa faktor yang mendorong dan faktor menghambat mobilitas sosial;

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Faktor Struktur Masyarakat

Struktur masyarakat bisa jadi factor pendorong maupun factor penghambat, dalam masyarakat Indonesia pada umumnya menganut system demokrasi yang terbuka, oleh sebab itu masyarakat sekecil-kecilnya dapat kesempatan yang sama untuk menduduki status social yang tinggi. Oleh sebab itu, jikakita perhatikan ada banyak pejabat public yang dulunya dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja, dan sekarang menduduki jabatan yang tinggi.

Faktor Individu

faktor pendorong dan penghambat mobilitas sosial
Individu menjadi factor pendorong terjadinya mobilitas sosial, jika kita mampu meningkatkan kapasitas diri tentu kita akan sanggup bersaing dan pada akhirnya dapat menempati posisi yang baik.  Sebagai contoh misalnya choirul tanjung adalah anak yang terlahir di keluarga sederhana, namun dengan kapasitas yang dimilikinya akhirnya beliau mampu memimpin berbagai perusahaan media, dan pusat perbelanjaan, dll.

Faktor Ekonomi

Ekonomi menjadi salah satu factor penting dalam melakukan mobilitas sosial. Seseorang yang memiliki ekonomi yang baik tentu dapat mengakses pendidikan, modal, dan kesempatan lainnya sehingga dapat dengan mudah dalam melakukan mobilitas social.

Pada masyarakat miskin misalnya, masalah prioritasnya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pangan, sandang, dan papan. Oleh sebab itu mobilitas social tidak lagi menjadi masalah yang harus diperhatikan oleh mereka.

Faktor Politik

Saat ini Indonesia patut bersyukur dianugerahi negara yang suasana politiknya damai, sehinnga setiap warga negara dapat berperan dan melakukan mobilitas social. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan masa penjajahan dulu, situasi politik yang tidak menguntungkan bagi pribumi membuat anak bangsa tidak mampu melakukan mobilitas social.

Faktor Pendidikan

Pendidikan menjadi salah satu factor pendorong terjadinya moobilitas social, dengan pendidikan seseorang mampu melakukan lompatan status social, dari keluarga miskin dapat melompat menjadi pemilik perusahaan, owner usaha, dan lain-lain.

Oleh sebab itu, kemudahan atas akses pendidikan harus diperhatikan kita bersama. Di Indonesia terdapat banyak beasiswa yang menunjang bagi mereka yang terlahir dari keluarga tidak mampu, misalnya untuk pendidikan tinggi masyarakat dengan ekonomi bawah dapat memanfaatkan beasiswa BIDIKMISI, atau beasiswa santri. Selain itu masih ada berbagai beasiswa lainnya.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial tidak hanya berjalan lancer dengan faktor-faktor pendorong mobilitas social, karena selain factor pendorong juga terdapat factor-faktor penghambat mobilitas social, sebagai berikut;
Perbedaan Ras Dan Agama

Ras digunakan sebagai alat untuk menghalangi suatu komunitas untuk melakukan mobilitas social, di afrika selatan dulu terjadi politik Apartheid yang membuat orang kulit hitam menjadi masnusia nomor dua, di bawah manusia kulit putih yang membuat orang kulit hitam tidak mampu melakukan mobilitas “ke atas”.

Lain halnya di Indonesia, politik ras tidak terlihat sama sekali, namun ada potensi penggunaan sentiment “politik agama” untuk menekan kelompok di luar agama tertentu, agar tidak melakukan mobilitas social ke atas, walaupun demikian sampai saat ini masih dalam taraf yang wajar.

Faktor Kemiskinan

Sering kali kemiskinan menjadi factor penghambat mobilitas social karena orang miskin memiliki sedikit akses terhadap misalnya pendidikan. Dengan pendidikan yang minim tentu akan menghambat dalam proses mobilitas social. Kemiskinan akan memiliki banyak turunan, salah satu turunan kemiskinan adalah sulitnya seseorang untuk naik ke dalam status social yang teratas.
Perbedaan Jenis Kelasmin (Gender)

Gender menjadi isu penting bagi dunia, termasuk juga bagi Indonesia. Dulu, wanita hanya dianggap sebagai pendamping laki-laki, manusia yang dikonotasikan dengan aktifitas masak, macak, dan manak. Hal itu dapat menyebabkan terhambatnya mobilitas social bagi para perempuan. Beruntung semakin kesini di Indonesia sudah mulai terbuka dengan wanita, wanita dianggap memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki sehingga memastikan wanita memiliki kesempatan dengan laki-laki.

Walaupun demikian, dibeberapa daerah masih terlihat adanya diskriminasi gender. Oleh sebab itu kedepan isu gender harus menjadi perhatian kita bersama.

Dan Lain-Lain

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 5:08 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..