Sunday, November 4, 2018

Interaksi Antar Negara-negara ASEAN

Gambar Hanya Ilustrasi/ Smber Gambar: https://ciep0nly0n3.files.wordpress.com/2010/06/610x1.jpg
Dalam kamus besar bahasa Indonesia interaksi diartikan sebagai “saling melakukan aksi, berhubungan, mem-pengaruhi; antarhubungan”, dalam pengertian yang berbeda interaksi dipahami sebagai suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua, atau lebih objek yang saling memberikan efek, atau pengaruh. Interaksi antar negara ASEAN adalah merupakan jenis tindakan yang berupa saling aksi, atau usaha untuk saling mempengaruhi sehingga antar negara mendapat efek atau pengaruh dari tindakan-tindakan tersebut. Perhatikan ilustrasi berikut; interaksi antar negara asean ppt/ contoh interaksi antar negara asean/ pengertian interaksi antar negara-negara asean/ sebutkan interaksi antar negara-negara anggota asean/ tujuan interaksi antar negara asean/ power point interaksi antar negara negara asean/ interaksi antar negara asia dan negara lainnya/ pengaruh perubahan dan interaksi keruangan terhadap kehidupan di negara-negara asean


Negara-negara yang memiliki berbagai kebutuhan yang tidak mungkin dipenuhi sendiri, mendorong mereka untuk saling menjalin hubungan kerjasama baik dalam bidang social, ekonomi, politik, dan lain-lain. Sebagai contoh, Indonesia sebagai Negara nengan jumlah penduduk terbesar nomer dua di dunia membuat Indonesia memiliki jumlah tenaga kerja yang melimpah, sementara Negara lain seperti Malaysia membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia sehingga membuat kedua Negara menjalin hubungan internasional, begitu juga dengan Negara-negara lainnya yang menjalin hubungan internasional baik dalam bidang social, ekonomi, politik, dan lain-lain. 

Hubungan antar Negara-negara tersebut di atas membuka peluang adanya konflik-konflik antar Negara, oleh karena itu dibuatlah suatu organisasi (organisasi regional) ASEAN (Association of South East Asian Nation) untuk meminimalisir potensi timbulnya konflik antar Negara akibat adanya interaksi. Selain digunakan sebagai media penengah, atau penyelesaian konflik, organisasi regional juga digunakan untuk mempermudah hubungan bilateral, dan multilateral antar Negara anggota. 

Dalam pembentukan kerja sama antar Negara terdapat beberapa factor pendorong dan factor penghambat, sebagai berikut;

Dalam pembentukan kerja sama antar Negara terdapat beberapa factor pendorong dan factor penghambat, sebagai berikut;

Faktor-faktor Pendorong Kerja Sama Antar Negara

Faktor Pendorong Kerja sama

Factor pendorong merupakan hal-hal yang dapat mempercepat terbentuknya suatu hubungan kerjasama antar Negara. Dalam hal ini adalah adanya perbedaan-perbedaan ataupun kesamaan potensi alam di suatu Negara.

1.       Perbedaan dan kesamaan sumber daya alam
Adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki suatu Negara dapat mendorong adanya kerja sama, misalnya Indonesia memiliki wilayah laut yang kaya, bahkan ada beberapa ikan yang hanya dapat ditangkap diperairan Indonesia, oleh sebab itu Indonesia memiliki potensi besar untuk dapat mengekspor hasil tangkapan lau ke Negara-negara tetangga, bahkan eropa dan amerika. Di sisi lain, sumber daya yang tidak terdapat atau belum dapat dipenuhi sendiri, maka Indonesia mendatangkan bahan tersebut dari-negara-negara sahabat.

Adanya kesamaan sumber daya juga dapat menimbulkan kerjasama antar Negara-negara yang memiliki sumberdaya yang sama. Sebagaimana Negara yang memiliki sumber minyak membentuk suatu organisasi regional bernama OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries).
2.       Kesamaan dan perbedaan sumber daya alam
Kebanyakan Negara-negara yang terletak dalam satu kawasan membentuk suatu organisasi hal ini dilakukan untuk menjalin kerja sama baik ekonomi, politik, maupun penegakan hokum, dan lain-lain.

Dalam bidang ekonomi misalnya, Negara-negara yang masuk dalam benua eropa membentuk kerja sama dan menciptakan mata uang sendiri (mata uang regional eropa). Sementara itu, Negara-negara di asia tenggara membentuk kerjasama ekonomi yang biasa disebut MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) di wilayah asia tenggara. Dikabarkan jika kerja sama ini sudah goal, masyarakat di Negara anggata MEA tidak lagi perlu passport untuk menjelajah, di wilayah asia tenggara.

Faktor-faktor Penghambat 

Walaupun disadari bersama bahwa kerja sama antar Negara memiliki dampak positif yang sangat besar, tidak serta-merta membutnya gampang untuk dijalin, pasalnya ada berbagai hal yang kadang tidak dapat dikompromikan antar kedua-belah pihak. Berikut adalah merupakan factor-faktor penghambat terjalinnya hubungan/kerja sama antar Negara kawasan;

1.       Perbedaan Ideologi
Perbedaan ideology biasanya akan menimbulkan resistensi (penolakan), namun faktanya Negara-negara regional asia tenggara sudah mampu mengkompromikan perbedaan-perbedaan ideology tersebut dan membuka diri untuk menjalin kerja sama antar Negara.

2.       Konflik dan Peperangan
Konflik dan peperangan di suatu Negara dapat mengganggu stabilitas Negara tersebut, dan akan menghambat terjalinnya kerja sama dengan Negara-negara kawasan lainnya.

3.       Kebijakan Protektif
Kebijakan proteksi dalam suatu Negara tentu sangat dibutuhkan oleh warga masyarakatnya, karena dengan kebijakan proteksi maka rakyat akan merasa diuntungkan dengan adanya proteksi tersebut. Misalkan dengan kebijakan proteksi, maka petani akan merasakan hasil jual yang baik, karena harga gabah/beras akan cenderung baik. Sementara jika tidak terdapat kebijakan proteksi ini, maka harga beras akan anjlok karena serbuan barang dari Negara lain.

Kebijakan proteksi ini bagaikan buah simalakama, karena kebijakan proteksi akan menguntungkan warga Negara, namun akan mempersulit adanya kerja sama antar Negara di sisi yang lain.

4.       Perbedaan Kepetingan Tiap-Tiap Negara
    Tiap Negara memiliki kepentingan yang berbeda, hal ini membuat Negara harus selektif dalam menjalin hubungan kerja sama dengan Negara lain. Misalnya Indonesia yang dari awal komitmen dengan kemerdekaan palestina, maka Indonesia sampai hari ini tidak membuka kedutaan di Israel.

Bentuk-bentuk Kerja Sama Antar Negara Asean

Seiring dengan banyaknya kebutuhan-kebutuhan suatu Negara anggota, mendorong adanya suatu bentuk kerja sama yang dapat memberikan dampak positif bagi setiap Negara. Oleh sebab itu beragam interaksi antar Negara asean menjadi hal yang tidak terelakkan. Selain disebabkan oleh ketidak mampuan suatu Negara dalam memenuhi kebutuhannya, boleh jadi kerja sama antar Negara asean juga didorong oleh surplusnya suatu Negara dalam memenuhi kebutuhannya.


Semisal suatu Negara yang memiliki produksi beras yang berlebih, tentu mereka akan mencari konsumen di Negara lain, begitupun sebaliknya jika pasokan beras dalam suatu Negara dinilai kurang maka mereka akan mencari pasokan beras dari Negara lain. Walaupun pada prakteknya kegiatan impor tidak hanya didorong oleh faktor kelangkaan di suatu Negara, namun juga disebabkan oleh motiv ekonomi (keuntungan) para pelaku impor semata. Di bawah ini adalah merupakan bentuk-bentuk kerjasama antar Negara anggota asean, sebagai berikut;

1.       Bentuk Kerja Sama di Bidang Sosial dan Budaya
Pada dasarnya suatu kerja sama selalu dilator belakangi oleh kepentingan masing-masing Negara, dilain pihak pembentukan organisasi regional ini memang dimaksudkan untuk perkembangan Negara-negara tersebut, oleh karena itu, suatu Negara diharapkan berperan aktif untuk tujuan kesejahteraan warga negaranya masing-masing.
Organisasi yang melakukan kerja sama dalam bidang social dan budaya adalah COSD (Committee on Social Development). Adapun kegiatan dari kerja sama ini adalah seputar; Program Peningkatan Kesehatan, Peningkatan kesejahteraan, Pengembangan SDM, pertukaran budaya dan seni, pelaksanaan Seagame dan lain-lain.
2.       Bidang Kerja Sama di Bidang Politik dan Keamanan
Kerja sama dalam bidang politik dimaksudkan untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian kawasan asean.
3.       Bentuk Kerja Sama di Bidang Pendidikan
Untuk meningkatkan kualitas warga Negara, Keja sama dalam bidang pendidikan terus dilakukan oleh Negara-negara asean, baik kerja sama bilateral maupun multilateral. Kerja sama ini meliputi pertemuan-pertemuan kenegaraan, penawaran beasiswa, olimpiade, dan lain-lain


Dari uraian tersebut di atas, dapat kita ketahui bahwa adanya organisasi regional dapat berdampak positif bagi peningkatan kualitas antar anggota, namun demikian terkadang juga digunakan untuk hanya kepentingan segilitir orang, atau golongan saja. Oleh sebab itu, menjadi tugas kita bersama untuk memastikan segala kebijakan yang diambil Negara adalah untuk menunjang keadilan dan kesejahteraan bangsa dan Negara.

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 5:52 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..