Sunday, July 29, 2018

Stres Dapat Menyebabkan Gangguan Ingatan Jangka Pendek, Kurangin Hal-Hal Ini

Tulisan ini bermula dari beberapa teman sekantor yang terkesan sering lupa dengan nama-nama teman sekantor, padahal mereka amat sangat sering bertemu, dan menyapa, mereka berada dalam satu ruang kerja yang sama, dan hanya dipisahkan oleh meja kerja saja. Lupa nama teman sekantor memang terasa biasa saja, namun lupa yang terlalu sering bisa menjadi sesuatu yang janggal bagi. Padahal setiap ada tugas kantor, kita sudah pasti akan saling bertanya dan saling menjawab. Dan biasanya sebelum bertanya kita akan memanggil namanya, hal ini dikarenakan saat kerja kami semua sudah terbiasa menggunakan headset. Kami mendengarkan lagu - lagu kesukaan untuk mengusir jenuh, ya maklum saja pekerjaan kami memang bisa dibilang sangat monoton, namun beban kerjanya sangat besar, sehingga kerja otak harus selalu dipacu, kosentrasi-pun tidak boleh lengah. Ini berjalan selama delapan jam selama sehari, dan lima hari selama satu minggu.

Kami bekerja di perusahaan yang bejalan dibidang IT (informasi dan teknologi), Konsultan management, dan system informasi geografi.

Aku hanya merasa tidak masuk akal saja jika kebetulan semua karyawan satu ruangan memiliki kebiasaan yang sama, padahal kami berasal dari latar belakang yang berbeda, tidak pernah bertemu sebelumnya, tidak pernah berteman, dan yang pasti kami melamar pekerjaan ini secara random (acak). Tidak mungkin dong kami memiliki sikap atau kepribadian yang seragam dengan latar belakang ini. Akkhirnya aku mencari-cari informasi terkait gangguan memori jangka pendek. Tulisan ini hanya membahas bagaimana fenomena gangguan ingatan jangka pendek pada otak.

Sebuah teori yang dikembangkan oleh Ashby, Isen & Turken tentang pengaruh emosi terhadap kognisi. Teori ini disebut dengan teori neuropsikologis yang menjelaskan bahwa seorang dalam keadaan netral akan memiliki cukup dopamine,[1]  dan jika seseorang dalam keadaan emosi yang positif maka akan menimbulkan peningkatan dopamine dalam system mesokortikolimbik. Dalam teori ini juga menjelaskan jika peningkatan dopamine juga akan berdampak pada peningkatan berbagai tugas kognisi, termasuk juga kinerja memori. [2]

Dari uraian di atas maka dapat kita ketahui bahwa kinerja memori/otak berbanding lurus dengan suasana emosional seseorang, dan peningkatan dopamine pada saat emosi kita dalam keadaan positif maka kinerja otak juga akan semakin baik. Sebagaimana yang dilansir laman alodokter.com bahwa “di dalam otak, dopamine terlibat dalam proses berpikir, belajar, kepuasan, motivasi, dan lain-lain”.[3]

Hormon Stress Dapat Menyebabkan Hilang Ingatan Jangka Pendek

Kadang kita berfikir bahwa bekerja dengan otak selalu lebih enak dibanding dengan bekerja menggunakan otot, namun ternyata hal ini tidak selalu benar. Sama seperti para pekerja kasar, bekerja dengan menggunakan soft skill/otak juga memiliki resiko yang kadang tidak kita fikirkan sebelumnya. Para pekerja yang menggunakan otak, biasanya sering kali mengalami stres. Dikejar target, banyak refisi, beban kerja yang terlalu besar, informasi yang tidak memadai adalah berbagai hal yang memicu stress pada pekerja dengan soft sklill. 

Stress yang berlebihan akan berdampak pada berkurangnya kinerja otak, bahkan sampai menngalami hilang ingatan jangka pendek, hal ini sebagai mana yang diungkap oleh Jason Radly bahwa “Hormon stres adalah salah satu mekanisme yang kami percaya mengarah pada pelapukan otak.” Lebih lanjut dia mengungkapkan jika pelapukan pada otak diibaratkan seperti batu karang yang ada di pinggir pantai, yang perlahan – lahan akan menghilang (antaranews.com )[4]

Stress hanya satu dari sekian penyebab gangguan ingatan jangka pendek, selain itu ada beberapa hal yang juga dapat membuat otak menjadi lemot dan sering lupa, yang perlu kita kurang- kurangin. Seperti terlalu banyak main gadget, terlalu banyak googling sehingga tidak terbiasa memanfaatkan potensi otak, terlalu memforsir otak dengan berfokus dengan banyak hal, dan kurang tidur.




[1] Dopamine merupakan neurotransmiter penting yang terdapat otak manusia yang berfungsi untuk menyampaikan pesan antar syaraf, serta sebagai hormone. Dopamine ini dilepas saat sebuah syaraf terangsang, untuk membuat syaraf yang letaknya berdekatan terstimulasi (https://www.alodokter.com/dopamine)
[2] Dalam Martono dan Dicky Hastjarjo, Pengaruh Emosi Terhadap Memori (Buletin Psikologi: VOLUME 16, NO. 2, 98 – 102)
[3] https://www.alodokter.com/dopamine
[4] https://www.antaranews.com/berita/440532/hormon-stres-bisa-sebabkan-hilang-ingatan-jangka-pendek
Sumber gambar: https://encrypted-tbn0.gstatic.com

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 6:51 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..