Sunday, June 24, 2018

Memotret Dusun Lengor di Lamongan

Lengor, adalah dusun “terpencil” di desa pelangwot, kecamatan laren kabupaten lamongan, yang jauh dari hiruk pikuk sibuknya kendaraan bermotor. Letaknya yang menyendiri dari desa-desa lain, membuat desa ini cukup ideal untuk dijadikan sebagai desa untuk menghabiskan masa tua, karena dusun lengor bukan dusun yang menyambungkan antara desa satu dengan desa lainnya. Hal ini membuat dusun ini cukup sepi dari hilir mudiknya kendaraan bermotor, kecuali kendaraan kami sendiri. Tak heran jika jalan-jalan di dusun kami ini cukup ramah bagi perkembangan anak-anak, dan orang tua pun tidak perlu terlalu hawatir jika anak-anaknya bermain diluar rumah. 

Kampung terdekat dari dusun kami adalah Desa Pelangwot, itupun jaraknya lebih-kurang sekitar 1 km. ya cukup melelahkan jika harus ditempuh dengan berjalan kaki, atau bahkan menggunakan kendaraan bermotorpun rasanya juga ogah-ogahan jika kebetulan sedang musim penghujan. Jalan penghubung antara kedua desa ini memang tidak jelas status kepemilikan dan perawatannya, sehingga tampak tidak terurus, jika dibandingkan dengan jalan-jalan di dalam desa, jalan penghubung itu memang bisa dikatakan tidak layak untuk dilewati.. dan sedihnya itu adalah jalan terdekat satu-satunya untuk keluar dari desa. ya, begitulah.


Dusun Lengor terletak di kaki bukit, yang sampai saat ini belum ada yang memberinya nama, dan di atas bukit dijadikan sebagai tempat pemakaman, dan di sekeliling makam tersebut merupakan hutan, dan ladang-ladang tempat warga mencari nafkah. Bukit itu terletak di sebelah utara kampung, semenatara disisi selatan kampung adalah areal persawanan, dan di sebelah timur dan barat kampung adalah hutan. Dulu waktu aku masih sekolah dasar, aku masih pernah melihat rusa hutan mencari minum dan masuk ke kampung, klo sekarang sudah tidak pernah lagi melihat rusa. Tapi kalo babi hutan, jangan Tanya lagi, hewan satu ini sampai saat ini masih menjadi musuh para petani jagung di kampungku.


Walaupun dusun ini bisa dikatakan terpencil, namun disekeliling dusun banyak tempat-tempat yang layak untuk dikunjungi, jika dijadikan sebagai latar belakang berfoto sudah barang tentu keren sekali. Makanya kami tak perlu jauh-jauh jika ingin bermain, atau sekedar refreshing. 


Di sebelah utara dusun terdapat tempat yang sangat bagus, tapi jarang orang yang sadar dengan kecantikan tempat ini.


Ini adalah salah satu momen yang dapat ditangkap kamera, letaknya tidak jauh dari areal perkampungan kami. Jika beruntung proporsi gambar yang kita dapatkan akan nyaris sempurna, seperti gambar di atas. Di sekeliling tempat itu juga banyak pemandangan yang sangat indah, apa lagi saat musim panen cabai tibah. Hamparan hijau, dan merahnya buah cabai yang ditambah dengan suasana sungai dan tebing sungai akan menambah cantik suasana di ketika senja.


Di sebelah kampung juga terdapat tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbit, dan juga matahari terbenam. Tidak harus jauh-jauh main ke panti untuk menikmatinya. Matahari terbenam juga sangat indah jika kita bisa memilih enggelyang tepat untuk menikmatinya.

Ini adalah gambar yang aku ambil di jalan menuju areal persawahan di sebelah selatan kampung, pantulan cahaya matahari di sungai menambah keindahan sore hari di sini. Rasanya akan bertambah syahdu jika kita menikmatinya dengan duduk di atas motor, sambil melihat areal persawahan, dan hilir mudiknya orang dari sawah, atau menuju sawah. Ditambah angin yang berhembus kencang, sudah pasti melengkapi keindahan kampung kami.


Satu lagi momen yang memang terbilang sulit di dapatkan, saat fajar masih malu-malu untuk memperlihatkan diri, saat kebanyakan orang masih belum keluar rumah. Ini adalah pintu sungai yang biasanya dibuka saat musim penghujan tibah. Sungai ini juga menjadi penyelamat bagi desa-desa dibantaran sungai bengawan solo di kecamatan laren-dan kecamatan maduran khususnya. Saat air sungai bengawan solo dirasa tidak mampu menahan debit air, maka pintu air ini kan dibuka dan dialirkan ke laut utara pulau jawa. Dan sungai sudetan bengawan solo ini melewati kampungku. Tidak jarang aliran air sudetan bengawan solo ini juga menjadi pemandangan yang sering dinikmati orang-orang di kampungku. Jika kalian datang ke kampunku saat senja menjelang maghrib pasti banyak anak muda yang sedang nongkrong di jembatan yang di lalui aliran sungai tersebut.


_____________________

Sumber Gambar: 
@hamidaw23
@kaji_dol
@wiwin Nur Hidayah

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 6:20 PM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..