PENGERTIAN HASIL BELAJAR dan FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR - Verbal

Tuesday, December 12, 2017

PENGERTIAN HASIL BELAJAR dan FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR

Motivasi merupakan suatu efek dari adanya suatu tujuan, dapat dikatakan motivasi dan tujuan adalah merupakan satu rantai psikologis yang akan mengarahkan pada suatu perilaku. Motivasi diartikan sebagai “dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu”.[1][6] Sejalan dengan paparan tersebut, Siswo Martono & Sulistiowati mengungkapkan bahwa “Motivasi belajar mahasiswa dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan dalam diri mahasiswa yang mendorong dan mengarahkan perilakunya kepada tujuan yang ingin dicapainya dalam mengikuti pendidikan tinggi”.[2][7]


Dorongan, kebutuhan, insentif, ketakutan-ketakutan, tujuan - tujuan, tekanan social, self confidance, minat, keingintahuan, atribusi untuk sukses dan gagal, espektasi-espektasi, kepercayaan - kepercayaan, nilai-nilai dan lain sebagainya, merupakan variabel - variabel yang menentukan intensitas motivasi siswa dalam belajar dan memberikan energy serta mengarahkan perilaku individu.[3][8]

Maslow dalam hirarkinya mengungkapkan pandangan yang didasarkan pada anggapan bahwa pada waktu orang telah memuaskan satu tingkat kebutuhan tertentu, mereka ingin menggeser ke tingkat yang lebih tinggi. Hirarki tersebut adalah: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan cinta kasih atau kebutuhan sosial, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri.[4][9] Dalam hal pendidikan yang dimaksud dengan kebutuhan akan penghargaan adalah kebutuhan pengakuan orang lain, dalam hal ini nilai menjadi penting untuk mendapatkan pengakuan orang lain.

Dari kutipan di atas, dapat kita pahami bahwa motivasi merupakan suatu efek dari adanya suatu tujuan, perilaku yang ditimbulkan oleh motivasi akan terus dilakukan selama seseorang masih memiliki tujuan yang dapat memotivasinya, yang selanjutnya dapat menjadi sumber motivasi. Sumber motivasi dapat berasal dari rasa puas terhadap apa yang telah dia kerjakan sebelumnya, sehingga perilaku itu akan diulang karena timbul motivasi, dan hal itu akan menjaga motivasi tetap ada dalam diri manusia. Breen & Littlejhon menggambarkan sumber motivasi sebagai berikut:[5][10]

Dari gambar diatas dapat kita ketahui bahwa ada sebuah siklus yang terbentuk antara motivasi dan perasaan mapu, setiap perasaan mampu akan melahirkan motivasi dan setiap motivasi akan menimbulkan perasaan mampu. Namun itu bukanlah satu-satunya sumber motivasi, karena motivasi sendiri terdiri dari beberapa sumber, yang diantaranya aka saling mempengaruhi. Sebagaimana yang telah diungkapkan Esa N. Wahyuni bahwa:

Motivasi sendiri sebuah konstruk yang dibangun dari beberapa aspek, faktor atau variabel yang sangat kompleks. Bahkan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain saling terkait dan saling mempengaruhi. Ketidaktersediaan satu variabel bisa mempengaruhi intensitas atau fluktuasi dari motivasi itu sendiri.[6][11]


Faktor-faktor tumbuhnya motivasi dapat timbul dari luar diri individu, atau yang sering disebut sebagai motivasi ekstrinsik, yang dapat berupa tekanan sosial, hadiah, hukuman, dan lain sebagainya. Sedangkan faktor-faktor yang lahir dalam diri individu adalah seperti kebutuhan, dorongan, minat, nilai-nilai, kepercayaan adalah merupakan faktor internal yang dapat menumbuhkan motivasi, faktor-faktor diatas disebut motivasi intrinsik.[7][12] Menurut Barker penggunaan telepon genggam dalam belajar dapat menimbulkan motivasi, sebagaimana diungkapkan “The impact of wireless technologies on portability, collaboration and motivation”.[8][13] Lebih lanjut Vahey dan Crawford menjelaskan bahwa penggunaan telepon selular menunjukkan kegiatan belajar akan lebih otonom, hal ini disebabkan pengguna teknologi telepon genggam mengambil inisiatif dapat menentukan cara dan materi apa yang akan digunakan untuk belajar.[9][14]

Motivasi Belajar

Motivasi dan belajar merupakan faktor-faktor penting yang menunjang performa mahasiswa dalam dunia akademiknya. Dengan belajar mahasiswa akan tahu apa yang sebelumnya belum dia tahu, atau sekedar menambah pengetahuan yang sebelumnya telah diketahui, serta menambah keterampilan-keterampilan baru. Sedangkan motivasi memberikan dorongan dan arah terhadap apa yang akan dipelajari.

Mc. Donald dalam Sutikno yang dikutip oleh Fitri Nugraheni bahwa “motivasi merupakan kondisi psikologi yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak mungkin mulakukan aktivitas belajar”.[10][15]

Hal ini berarti bahwa keberadaan motivasi akan dapat mempengaruhi hasil dari sebuah proses belajar dan/atau pembelajaran, karena setiap tindakan manusia pasti bersamaan dengan suatu motivasi, dalam hal pendidikan tentu mahasiswa memiliki motivasi untuk mendapatkan prestasi setinggi-tingginya, baik berupa penguasaan disiplin tertentu atau nilai, hal ini dibuktikan dengan indeks prestasi.
Motivasi sendiri merupakan sebuah konstruk psikologi yang memberikan banyak pengaruh tehadap belajar melalui empat cara, yaitu:

1.      Motivasi meningkatkan energi untuk melakukan aktivitas dengan sungguh-sungguh, intensif, dan memunculkan usaha yang keras.

2.      Motivasi memberikan arah bagi individu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini berarti motivasi dapat mempengaruhi pilihan-pilihan manusia dalam membuat dan menghasilkan apa yang membuat mereka rasakan sebagai bentuk kepuasan.

3.      Motivasi meningkatkan keinginan dan kesungguhan dalam melakukan aktivitas tertentu, serta memengaruhi kemungkinan individu akan memulai segala sesuatu berdasarkan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan siap menghadapi kesulitan.

4.      Motivasi memengaruhi seterategi belajar dan proses kognitif yang digunakan individu, sehingga mereka akan memberikan perhatian terhadap sesuatu, memelajari dan memraktikannya, serta belajar secara penuh makna, juga meningkatkan kemauan untuk mencari bantuan pada saat dia mendapat kesuliatan.[11][16]

Dari uraian di atas maka kita dapat memahami bahwa motivasi dapat mempengaruhi banyak hal, karena motivasi adalah awal dari seluruh tindakan manusia, setiap tindakan pasti memiliki motivasi, begitupun dalam kasus pendidikan seseorang belajar karena memiliki sukatu tujuan atau motivasi. Motivasi ini dapat berasal dari diri individu (intrinsik) atau juga berasal dari luar diri individu (ekstrinsik).

David MC Clelland dalam Mc Clalland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi MC Clelland dia mengungkapkan bahwa “individu memiliki cadangan energy potensial, bagaimana energy ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia”.[12][17] Dari kutipan di atas diketahui bahwa energi yang dimiliki tiap individu dapat dikeluarkan dan dikembangkan dengan dorongan motivasi, situasi dan peluang. Dalam hal ini dorongan motivasi dapat diperoleh dari keinginan/motif mahasiswa untuk berprestasi, maka dengan motif ini tentu mahasiswa akan memiliki energi potensial yang dapat dikeluarkan saat memiliki tujuan sebagai motor penggeraknya. Individu sebagai mahluk yang aktif juga akan melihat adanya kesempatan yang dapat di raih, sehingga hal ini juga akan berkontribusi terhadap tumbuhnya keinginan untuk terus berprestasi.




[1] [6] KBBI QTmedia
[2] [7] Siwo Martono & Sulistiowati, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar Mahasiswa: studi kasus di STIKOM Surabaya. Program studi system informasi STIKOM Surabaya
[3] [8] Esa N. Wahyuni, Motivasi Dalam Pembelajaran (Malang: UIN-Press, 2009) hlm. 22
[4] [9] Hamza B. Uno, Teori Motivasi Dan Pengukurannya (Jakarta: PT Bumi aksara, 2007) hlm. 40-42
[5] [10] Breen & Littlejhon, sebagaimana dikutip oleh Esa N. Wahyuni, Moivasi Dalam Pembelajaran (Malang: UIN-Press, 2010) hlm. 8
[6] [11] Ibid., 21-22
[7] [12] Ibid..
[8] [13] Jurnal, Barker, Dkk., A proposed Theoretical Model For M-Learning Adoption In Developing Countries (South Africa: Rhodes University, 2005) hlm. 2
[9] [14] Ibid..
[10] [15] Jurnal, Fitri Nugraheni, Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMK
[11] [16] Ibid., hlm. 40-41
[12] [17] Solehudin88, Teori Motivasi Mc Clelland & Teori Dua Factor Hezberg (http://blog.umy.ac.id/sholehuddin88/motivasi/teori-motivasi-mccllelland-teori-dua-faktor-hezberg/, diakses 03 Juli 2015 jam 05.00 WIB)

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 12:11 AM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..

 
UP