Tuesday, November 7, 2017

APA PERBEDAAN SOSIALISME DENGAN KOMUNISME

Sosialisme merupakan suatu ideologi yang bercita-cita untuk adanya kepemilikan bersama atas aset-aset produksi untuk kemudian digunakan sebagai alat, atau instrument untuk melayani masyarakat. Dalam makna ini, sosialisme dibagi menjadi empat, yakni; sosialisme demokrat, komunisme, anarkhisme, sindikalisme.

Sosialisme Demokrat

Sosialisme demokrat Merupakan paham sosialisme yang berusaha menggabungkan prinsip-prinsip kebebasan dalam demokrasi dan prinsip-prinsip sosialis/kepedulian. Dalam usaha mencapai tujuannya, yakni kepemilikan bersama alat-alat produksi, sosialisme demokrat memilih untuk jalur parlementer-konstitusional, yang merupakan usaha yang lebih halus, melalui evolusi, yang dalam pelaksanaannya tanpa kekerasan.

Komunisme

Komunisme merupakan suatu doktrin ekonomi, politik dan sosial, yang berisi tentang kemerdekaan kaum proletariat atas kaum borjuis/kapitalis. Tujuan dari paham komunisme adalah menghapus kepemilikan, atas semua alat produksi. Semua alat-alat produksi dikuasai oleh pemerintah. Pembagian atas hasil-hasil produksi dilakukan dengan prinsip semua orang mendapatkan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam usaha untuk mencapai tujuannya komunisme memilih jalan revolusi, yang biasanya menggunakan jalan kekerasan. Komunisme dipimpin oleh proletariat diktator. Komunisme tidak menghendaki adanya pemilihan demokratis.


Komunisme mendasarkan diri pada pemikiran-pemikiran karl marx , dan lenin. Yang bisa disebut secara bersamaan marxisme-leninisme, lenin membuat semacam agenda untuk mengkomuniskan dunia internasional. Di Indonesia gerakan komunisme internasional ini pernah bergeliat dengan sebutan “komintren”. Sebelum komunisme mulai dipopulerkan oleh karl masrx, sosialisme telah eksis terlebih dahulu, yang dipopulerkan oleh Francois-Noel Babeuf (1760-1797), Saint Simon (1760), Auguste Blanqui (1805-1881), Weitling (1808-1871), Pierre-Joseph Proudhon (1809-1865), Louis Blane (1811-1882), dan Moses Hess (1812-1875)

Anarkhisme

Anarkhisme berasal dari bahasa yunani, a yang berarti tidak, dan archaos yang berarti kepala, atau pemerintah. Dari dua suku kata tersebut dapat kita ketahui bahwa anarkhisme merupakan paham yang menolak adanya pemerintah, atau pengatur. Dalam bahasa yang berbeda anarkhisme adalah paham yang menolak pemerintah yang otoriter. Bagi anarkhisme tidak ada Negara yang bersifat negative atauu positif, seperti Negara yang ingin dibuat oleh paham sosialisme democrat, maupun komunisme. Menurut mereka semua Negara adalah sama, pada prinsipnya Negara akan melakukan pemaksaan-pemaksaan kepada warga Negara untuk kepentingannya sendiri. Anarkhisme menginginkan kebebasan individu untuk mengatur, atau mengorganisir dirinya sendiri dalam upaya untuk mencapai cita-citanya.

Kata anarkhis di Indonesia saat ini telah mengalami semacam perubahan makna, dari makna yang pertama anarkhisme “merupakan paham penolakan atas hadirnya sebuah Negara, baik berupa Negara komunis, sosialis, monarki, republic, dll”, kemudian makna ini berubah, anarkhisme dimaknai sebagai paham, atau tindakan yang mengarah kepada suatu kekerasan. Suatu missal dalam suatu demonstrasi, masa yang melakukan aksi pengerusakan dan kekerasan akan disebut sebagai masa yang anarkhis.

Sindikalisme

Sindikalisme merupakan hasil pernikahan silang dari komunisme dan anarkhisme, sindikalisme menjadi paham yang sangat radikal, kekerasan, pemboikotan, sabotase, dll. Adalah ciri dari sindikalisme. Aliran ini tidak berhasil survive di abad 20.


Perbedaan Sosialisme dan Komunisme

Dalam pengertian sosialisme dan komunisme memiliki persamaan yang hampir identik, bahkan banyak dari orang-orang tidak dapat membedakan antara keduanya, komunisme dan sosialisme disebut sebagai paham yang sama. Bahkan kedua istilah tersebut seringkali disandingkan dengan istilah atheism, yakni paham yang tidak mempercayai akan eksistensi Tuhan.

Ketiga pengertian ini perlu kita urai agar tidak menjadi keruetan istilah, sebagai berikut; sosialisme merupakan bentukmasyarakat yang dapat lahir secara otomatis tanpa melakukan gerakan membuat Negara tersendiri, sebagaimana dinegara-negara kapitalis juga sering kali terdapat nilai-nilai sosialisme yang dianut sebagai suatu bentuk kepedulian terhadap sesame manusia. Namun dalam arti yang lebih konkrit, sosialisme/sosialisme demokrat merupakan paham yang ingin adanya kepemilikan bersama atas alat-alat produksi, yang dilakukan dengan cara parlementer-konstitusional, atau evolusi, dalam mewujudkan cita-cita sosialisme, masyarakat memberikan hasil kepada masyarakat semampunya, dan mendapatkan sesuai dengan tingkat pekerjaanya.

Sedangkan komunisme adalah paham yang menghendaki adanya penghapusan kepemilikan pribadi, semua asset, alat-alat produksi dikuasai bersama lewat Negara, Negara mengatur keseluruhan nasib seluruh warga Negara. Dalam mewujudkan cita-citanya komunisme memilih jalur revolusi, sehingga tak akan teralakkan adanya kekerasan. Dalam masyarakat komunis masyarakat memberikan sesuai kemampuan dan akan menerima sesuai kebutuhan. Sementara itu atheism merupakan paham tersendiri yang meyakini tidak adanya kekuasaan Tuhan.

Baca Juga: Sosialisme Islam

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 5:10 AM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..