Wednesday, October 18, 2017

"SUNNAH RASUL", MASA NUNGGU MALAM JUM'AT?

"SUNNAH RASUL", MASA NUNGGU MALAM JUM'AT?. Selalu menaik membincang “Sunnah Rasul”, dua kata ini selalu diidentikan dengan aktivitas r@njαng pasangαn suami istri, jika dikatakan “mau sunnah rasul”, maka sudah bakal dipastikan yang akan dilakukan adalah brstubuh. Entah siapa yang mempopularkan kalimat ini, yang jelas “sunnah rasul” sudah dipahami dan subtitusikan oleh masyarakat kebanyakan sebagai hubung4n su@mi istri, terlebih masyarakat net, atau netizen. tentu saja tidak semuanya benar, dan juaga tidak semuanya salah, pasalnya hubung4n su@mi istri memang adalah sebagai sunnah rasul, namun tentu bukan hubung4n su@mi-istri saja yang merupakan sunnah rasul. Setelah persepsi tentang hal yang disebutkan di atas, tidak kalah menarik adalah bahwa sunnah rasul selalu diakaitkan dengan malam jum’at.

Selanjutnya, apakah hubung4n su@mi istri hanya disunnahkan pada malam jum’at saja? Atau bisa dilakukan pada hari-hari selain malam jum’at, atau bahkan boleh dilakukan disemua hari dalam satu minngu? Hal ini penting untuk diperbincangkan agar tidak terjadi kesalahan dalam persepsi. Mengingat hubung4n su@mi-istri adalah hal yang sangat alami dan lumrah dilakukan manusia, atau bakan mahluk lain seperti binatang.

Manusia bisa melakukan hubung4n kapanpun dia mau, berbeda dengan binatang yang hanya melakukan aktivitas tersebut hanya pada musim-musim tertentu saja. Manusia yang secara biologis tidak memiliki batas tertentu untuk dapat melakukannya, jika tidak disikapi dengan bijak akan membuat manusia terjerumus dalam perilaku kebinatangan, oleh karena itu islam mengatur sendi-sendi dalam kehidupan manusia, tidak terlepas juga salah satunya adalah prihal hubung4n su@mi-isteri.

Baca Juga: Muatan Tasawuf dalam Ajaran Persaudaraan SH Terate

sunnah rasul nunggu malam jumat
Al-Quran memberikan informasi yang jelas perihal waktu-waktu bersetubuh yang disenangi, dibenci, sampai pada hubungan yang diharamkan. Manusia diperbolehkan untuk brstubuh kapanpun dia mau, asalkan tidak berada pada waktu yang diharamkan, Allah berfirman,Al-Quran memberikan informasi yang jelas perihal waktu-waktu bersetubuh yang disenangi, dibenci, sampai pada hubung4n yang diharamkan. Manusia diperbolehkan untuk melakukan huubungan kapanpun dia mau, asalkan tidak berada pada waktu yang diharamkan, Allah berfirman,

“…apabila mereka telah Suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri… Q.S. Al-baqarah (222)”

Dalam ayat ini menunjuka bahwa selain kebebasan manusia dalam brstubuh, ada etika yang harus dijaga, untuk tidak melakukan hubungan ketika sang istri dalam keadaan tidak suci, dan kembali dibolehkan ketika istri telah suci dari haid. Walaupun telah dibolehkan brstubuh, ayat ini juga menjelaskan bahwa ada cara-cara yang harus dihindari dalam berhubung4n, termasuk melakukan hubungan melalui ᶑᶙbr.

Baca Juga: Tradisi Unik di Lamongan Wanita Lamar Laki-laki

Waktu-Waktu Yang Disukai

Secara umum hubungan suami istri dapat dilakukan kapan saja diluar waktu-waktu yang diharamkan. Syari’at mengutamakan hubung4n su@mi istri dilakukan pada malam Senin, malam selasa, malam Jum’at, hari Kamis waktu Dzuhur, setelah matahari condong dari tengah langit, serta malam-malam saat bulan ramadhan.[1]

Dari uraian di atas maka dapat kita ketahui bahwa hubungan suami istri tidak hanya dapat dilakukan pada malam jum’at saja, seperti yang sering dipahami oleh masyarakat awam, kegiatan ini juga bisa dilakukan pada waktu-waktu yang telah diseutkan di atas, lebih lanjut Prof. Yosef Madani menjelaskan bahwa ada keutamaan dalam melakukan hubung4n su@mi-istri pada akhir malam.

Dibawah ini adalah alasan kenapa diutamakan bersetubuh pada akhir malam, sebagai berikut:


  • Pada akhir malam dimaksudkan agar suami-istri terlebih dahulu beristirahat agar menguatkan mereka. Hal ini berbeda jika dilakukan pada awal malam yang biasanya masih terbawah oleh ketegangan aktivitas kesibukan pada siang hari, masih ada ketegangan pada keduanya. Pada akhir malam dimaksudkan agar su4mi-istri terlebih dahulu beristirahat agar menguatkan mereka. Hal ini berbeda jika dilakukan pada awal malam yang biasanya masih terbawah oleh ketegangan aktivitas kesibukan pada siang hari, masih ada ketegangan pada keduanya.

  • Hubung4n yang lebih dekat dengan waktu subuh membuat mereka siap melakukan sholat subuh, dan pekerjaan lainnya. Berbeda jika dilakukan pada awal malam, yang membuat keduanya begadang lebih larut, sehingga akan membuat keduanya mengantuk saat menjalankan aktivitas kerja di pagi hari.

  • Terahir, hubung4n yang dilakukan di akhir malam akan menghindarkan dari gangguan yang biasanya terjadi di awal malam, seperti ketika tamu datang, sehingga tidak terjadi klim4ks.

______________
[1] Mengutip Buku Makarim Al Akhlak, Dalam Yosef Madani, Pendidikan S ᴈ k s Usia Dini Bagi Anak Muslim, Hlm 231

Gambar hanya ilustrasi, 

Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 10:19 AM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..