Tuesday, May 1, 2012

HUBUNGAN TANPA STATUS (HTS)

Dalam kehidupan remaja sudah biasa kayaknya kalau kita mendengar disana-sini banyak remaja yang belajar, bermain dan satu lagi yang tidak mugkin bisa dipisahkan dari lembaran kisah hidup para remaja dewasa ini. Apa lagi ditambah dengan membludaknya film-film yang dikonsumsi oleh remaja kita yang sarat akan adanya adegan-adegan yang tidak jarang menstimulisasi para remaja untuk ikut melakukan style yang mereka liihat dan engarkan hampir setiap hari.

Dalam deretan cerita diatas bumi ini dirasa tidak lengkap jika belom ada yang namanya cinta. Kisah yang satu ini memang selalu menjadi satu cerita yang selalu ada dalam kehidupan remaja, mereka menganggap hidup mereka belom lengkap jika ngga’ ada hubungan dengan lawan jenis yang biasa disebut dengan istilah pacaran.

Tapi lebih dari itu sekarang muncul istilah baru dalam kisah cinta mereka, yang biasa mereka menyebutnya dengan isilah HTS (Hubungan Tanpa status). Siapa yang tidak mengenal satu istilah ini?, pastilah semua kalangan remaja mengenal baik dengan istilah ini. Biasanya HTS terjadi pada pasangan yang salah  satu atau keduanya dari pasangan ini sudah pernah berpacan, namun memiliki cerita yang kurang baik dalam hubungannya sehingga mereka merasa trauma dan selanjutnya berkomitmen untuk tidak  berpacaran lagi. Nammun, sebagai manusia yang normal tentu saja mereka membutuhkan pendamping, hal ini yang memaksa mereka melakukan hubunan lagi dengan lawan jenis. Tetapi mereka sudah menyadari kalau ketraumaanya mungkin akan terulang lagi jika mereka berpacaran, akhirnya mereka memutuskn untuk ber-HTS (berhubungan tanpa status).

Sebagai hubungan tanpa adanya kepastian, pastinya menimbukan tanda Tanya yang besar. Bagai mana hubungan ini akan berlangsung? Adakah komitmen? Apakah dia benar-benar mincintaiku? Apakah dia akan setia? Bagaimana kalau dia meninggalkanku? Dan sederet pertanyaan yang serupa pasti akan muncul di benak mereka. Tetapi, bagi mereka yang menikmati kebebasan tanpa adanya ikatan, tentu saja HTS ini sungguh mengasyikan, karena mereka bisa bebas berpetualang dalam bercinta tanpa adanya kengkangan dari pasangan HTS.

Hubungan tanpa Status memang membuat kita bahagia. Namun demikian hubungan ini lebih sering berahir dengan tidak menyenangkan, dan pada akhirnya menjadi dilema tersendiri. Tak jarang kita merasa bimbang akan hubungan yang kita jalani itu.

Biasanya ada beberapa penyebab yang menimbulkan hubungan tanpa status (HTS) yang harus terlebih dahulu kita pahami, diantaranya adalah:
1.      Faktor internal
Faktor ini biasanya timbul dari perasaan kedua pasangan yang kadang sudah memiliki pasangan namun sedang ada masalah dengan pacarnya sehingga tidak jarang dia mencari teman curhat (curahan hati), kemudian tanpa disadari benih-benih cinta timbul dari keakraban yang telah terjalin. Kekraban itu tidak hanya sebatas sekedar teman biasa. Lebih dari itu mereka akan melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan oleh orang yang sedang berpacaran, yang membedakan hanyalah “status”.

2.      Faktor eksternal
Tidak hanya faktor internal saja yang mempengaruhi hubungan tanpa status (HTS), faktor eksternal juga turut mendukung terbentuknya hubungan tanpa status (HTS). Biasanya faktor ini disebabkan oleh keadaan. Misalnya ketika seorang gadis sedang menyelesaikan pendidikan atau mengejar karier diluar kota. Dalam keadaan ini gadis itu meninggalkan pacarnya di tempat asalnya. Dengan cinta yang masih sangat lekat dan harmonis, gadis ini tidak mungkin memutuskan hubungan dengan pacarnya. Tetapi dengan kebutuhan layaknya gadis yang ingin selalu disayang, dimanja, dan ingin mendapat belaihan. hehehehe (red). Gadis ini memutuskan untuk mendapatkan kasih sayang dari priya lain.
Tidak hanya itu, hubungan tanpa status juga dipengaruhi oleh aturan keluarga. Semisal keluarga tidak menyetujui dengan pasangan yang dipilih anaknya, yang dihawatirkan akan mengganggu perjalanan pendidikan atau karirnya. Dan lain sebagainya.
3.      Tidak berani berkomitmen
sebenarnya suatu hubungan harus dilandaskan dengan sebuah kepastian yang jelas dalam berkomitmen. Salah satu pemicu terjalinnya hubungan tidak jarang salah satu atau kedua pasangan muda mudi ini ngga’ ingin membuat suatu kepastian dalam berkomitmen.
Hubungan ini hanya berjalan berdasarkan pada kesenangan semata. Pasalnya dari kedua belah pihak tidak menginginkan adanya keterikatan. Biasanya dalam menjalani hubungan seperti ini, pihak wanitalah yang menjadi korban yang paling dirugikan, atau mungkin merugikan dirinya sendiri hehehehe. namun demikian tak jarang cowok juga menjadikorban.

4.      mencari kepuasan nafsu
Dalam kasus ini biasanya pasangan hubungan tanpa status (HTS) mempunyai komitmen hanya untuk mendapatkan kepuasan nafsu “belaian, dimanja, dan di sayangi” baik dari salah satu ataupun keduanya.

Oia, ada satu lagi hampir lupa...hehehe
Menurut orang yang lebih berpengalaman “yang pasti bukan gue” ada satu lagi alasan mengapa orang menjalani hubungan tanpa status (HTS). trus apa ya??? Ko’ tiba-tiba lupa mendadak gini ya..........hehehehe.

5.      Takut mengambil resiko
Biasanya mereka takut mengambil resiko bila mereka memutuskan untuk berhubungan lebih serius,, mungkin mereka sudah pernah pacaran sebelumnya dan ternyata kisah cintanya kurang memuaskan atau mungkin sangat menyedihkan....kasiahan yach???hehehe. selanjutnya mereka memutuskan untuk tidak berpacaran lagi. Sehingga mereka memutuskan untuk mengambil jalan tengah, ”jl. Mana tuh?? Di Lamongan g ada deh kayaknya jalan itu..hehehe”  status hanya sebagai temen biasa, tapi sering melakukan ritual-ritual “ritual-ritual,,,hahaha kayak apaaa aja..hehehe” selayaknya yang sering dilakukan oleh pasangan yang sedang pacaran.


Posted by: verbal[dot]id
verbal, Updated at: 10:40 AM

0 komentar

Post a Comment

Berikan Komentarmu di Sini, Untuk Beropini, Bertukar Ide dan Sekedar Sharing..